BANDUNG RAYA

Tiga Daerah Ini Terberat, Rumker Berbagi Tips Menangkan Suara

SPOL | BANDUNG – Kabar DKI dan Banten diakui relawan pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih jadi tantangan terberat.

“Hingga 85 hari jelang Pilpres Jabar masih terberat, karenanya kami sangat mengapresiasi adanya rumah kerja relawan Jokowi-Amin di Jabar, untuk membantu percepatan sosialisasi di masyarakat,” ujar Direktur Relawan Pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq, Jumat (25/1/2019).

Maman menyampaikan, rumah kerja relawan Jokowi-Amin Jabar ini tempat sharing ilmu tips trik memenangkan pasangan Capres No 1. Gerakan rumker ini pun bertujuan meraih suara secara maksimal di Jabar. Sebab Jabar merupakan salah satu provinsi yang suaranya harus dimenangkan.

“Lewat gerakan rumker ini akan dibagi-bagi kerja relawan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sebab, saya yakin semua relawan memiliki nilai yang sama meskipun bentuk dan jumlah kontribusinya berbeda. Ada relawan yang bekerja di bidang lingkungan hidup, ada yang menangani milenial dan sosmed,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga, dihadirkan relawan yang sebelumnya sudah bekerja langsung di lapangan seperti relawan yang berasal dari Kalimantan dan sebagainya. “Diharapkan bisa meraih target raihan suara 65 persen di Jabar, DKI dan Banten,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Rumker Jokowi-Amin Jabar Aat Suratin. Dalam rumker ini, seluruh relawan Jokowi- Amin se-Jabar berkumpul selama dua hari untuk berbagi ilmu. “Rumker ini, tempat koordinasikan 200 simpul relawan. Ke-200 relawan ini merupakan kekuatan besar yang akan produktif jika saling menguatkan,” katanya.

Meski demikian, Aan mengatakan jika ke-200 simpul relawan tidak dikoordinasikan maka akan menjadi mubazir karena mungkin akan terjadi kesimpangsiuran di lapangan.

Aat menambahkan, ujung tombak kemenangan pasangan No 1 ini merupakan relawan. Sebab, relawan merupakan orang-orang yang memberi sebelum diminta. “Asal mereka bisa memberi dengan ikhlas semua relawan punya arti yang sama,” katanya.

Masih, kata Aat, kinerja relawan di Jabar bukan meraih suara, melainkan merebut hati. Sebab, karakteristik orang Jawa Barat, tidak akan berpaling jika sudah jatuh hati.

“Semua relawan bekerja bekerja sesuai kemampuannya. Kalau mampu mengajak di lingkungan keluarga cukup keluarganya,” ucapnya. (Vie)

SWARAPUBLIK | BANDUNG RAYA

Related Articles

Close
Close