Uncategorized

Ade Yasin: OTT Rommy Adalah Musibah Bagi PPP

Bandung,SPOL– Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat langsung melakukan rapat internal pasca ditangkapnya Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy alias Romi di Surabaya, Jawa Timur.

Ketua DPW Jawa Barat, Ade Yasin mengatakan, rapat dan konsolidasi internal menghasilkan lima point.

Pertama, DPW PPP Jabar memandang bahwa OTT KPK terhadap Ketum PPP Romahurmuziy di Surabaya 15 Maret 2019 merupakan musibah bagi PPP.

Karena itu, DPW PPP Jabar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran pengurus PPP di semua tingkatan (DPC, PAC, PR), kader, caleg, konstituen PPP, dan kepada masyarakat Jawa Barat

Kedua, DPW PPP Jabar menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK dan tetap komitmen dalam pemberantasan korupsi, sesuai dengan komitmen PPP sebagai pelopor lahirnya KPK.

Ketiga, mendukung dan merespon cepat langkah DPP PPP dalam menyikapi konstelasi yang terjadi.

Keempat, menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan kader PPP Jawa Barat di setiap tingkatan kepemimpinan untuk tetap solid dan semangat dengan melaksanakan konsolidasi partai, serta terus bergerak meraih simpati rakyat untuk menghadapi Pemilu 2019.

Kelima, menyeruhkan kepada seluruh struktur partai, caleg dan kader seluruh Jawa Barat untuk tetap terus berdoa dan berikhtiar dengan melakukan konsolidasi untuk seksesnya pemilihan legislatif dan Pemilihan Presiden 17 April 2019.

“PPP Jawa Barat tetap tegar dan semangat melakukan konsolidasi baik struktur maupun caleg,” tandas Ade Yasin.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy sebagai tersangka dalam kasus suap. Rommy yang juga anggota DPR diduga menerima uang terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag).

“Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam, sebagaimana diatur dalam KUHAP dilanjutkan dengan gelar perkara, maka disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait seleksi jabatan pada Kemenag tahun 2018-2019,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantor KPK,Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3).

Selain Romi, ada dua orang lainnya yang juga dijadikan tersangka oleh lembaga ini. Mereka yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

“Dalam perkara ini diduga RMY bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag yaitu kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan kepala kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur,” jelas Syarif.

Terkait OTT ini, sambung Syarif, tim KPK sudah mengamankan uang dengan total Rp 156.758.000 dari sejumlah orang yang diamankan oleh tim lapangannya.***(adem)

Related Articles

Close
Close