EKONOMI

Pimpin DPD GP Jamu Jabar, Erna Setiyawati Siap Majukan Industri Jamu di Jabar

SPOL.Bandung,- Panjangnya proses perizinan masih menjadi salah salah satu persoalan bagi para pengusaha jamu di tanah air. Hal tersebut di kemukakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional (GP Jamu) Jawa Barat Periode 2019-2023 Erna Setiyawati.

“Perizinan masih menjadi salah satu kendala, apalagi para pengusaha jamu dituntut untuk CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik” Ujar Erna kepada wartawan usia Musyawarah Daerah (Musda) GP Jamu DPD Jabar 2019 di Topas Galeria Hotel jalan Dr. Djunjunan Bandung. Rabu (20/03/2019)

Saat ini, ungkapnya, banyak pelaku usaha jamu di Jawa Barat belum memiliki izin. Salah satu kendalanya adalah kurangnya informasi dan pengetahuan tentang perizinan.

“Saya berharap, kepengurusan DPD GP Jamu Jabar yang baru ini dapat membantu terkait masalah perizinan. Selain itu informasi terkait perizinan bisa sampai kepada anggota sehingga mereka dapat memperbaiki usaha mereka” tegas Erna.

GP Jamu ini, jelasnya, menaungi usaha jamu gendong, jamu racikan, pengusaha kecil obat tradisional, industri obat tradisional, bahkan industri ekstrak bahan alam termasuk distributor obat tradisional.

“kami akan mengakomodir semuanya salah satunya dengan membentuk grup Whats App sehingga ketika mereka ada kendala, kita tidak harus bertatap muka, cukup menginformasikan lewat WA,” ungkapnya.

Erna menambahkan, pengusaha jamu di Jawa Barat yang menjadi anggota GP Jamu Jabar sebelum Musda sebanyak 100 pengusaha.

“Menjadi tugas kami ke depan mendata ulang anggota DPD GP Jamu Jawa Barat” Pungkasnya. (Denny)

Related Articles

Close
Close