EKONOMI

Lestarikan Komoditi Lokal, Len Industri Tanam 15.000 Pohon Kopi Gambung

SPOL.Kabupaten Bandung,- Kopi sebagai salah satu tanaman Industri tahunan dengan kayu keras. Selain untuk reboisasi kopi juga menjadi salah satu komoditi dengan harga jual tinggi. Seperti kopi yang dihasilkan di wilayah ciwidey Kabupatem Bandung.

Terkait dengan hal itu, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan (CSR) PT. Len Industri melakukan penanaman 15.000 bibit pohon kopi gambung di Desa Mekasari Gambung, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

“Kegiatan seperti ini diyakini akan meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mengenalkan, mengembangkan, dan melestarikan produk hasil bumi daerah Mekarsari, khususnya Kopi Gambung. Kegiatan-kegiatan CSR. kita programkan agar dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan bagi masyarakat maupun lingkungan hidup setempat.” ujar Direktur Keuangan dan SDM PT Len Industri Priadi Ekatama Sahari kepada wartawan usai melakukan penanaman bibit pohon di Gambung. Jumat (22/03/2019)

CSR PT Len Industri, ungkap Eka, mengusung tagline “Go Green, Go Smart, Go Welfare” dengan visinya “Maju Bersama Masyarakat Mewujudkan Kehidupan Harmonis dan Sejahtera”. Ini merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya agar menjadi komitmen dan tanggung jawab perusahaan dalam menerapkan kebijakan usaha.

“Desa Mekarsari bisa menjadi Desa Binaan PT Len Industri sebagai salah satu pelaksanaan Program PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan). Desa ini dinilai memiliki potensi yang dapat lebih dikembangkan lagi.” pungkasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Mekarsari, Nana Wiharna mengatakan kurang lebih 380 KK disini punya mata pencaharian sebagai petani dan buruh tani kopi dan teh. Di sini, jelasnya, termasuk lahan hutan lindung Perhutani, dimana Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) dan LMDH setempat sudah melakukan NKK (Naskah Kesepakatan Kerjasama) untuk pertanian kopi.

“Pengolahan lahan dilakukan masyarakat dan kemudian akan bagi hasil 15% dari hasil panen kepada pemilik lahan.” terangnya.

Nana menambahkan, kopi hasil perkebunan Desa Mekarsari dikenal dengan nama merek Kopi Kerkhoven . Nama tersebut diambil dari nama tokoh Rudolph Eduard Kerkhoven, seorang perintis dan pembangun Perkebunan Teh Gambung pada masa kolonial Belanda.

“Produk lain dari desa yang terletak di Gunung Tilu ini yakni teh Gambung, air mineral kemasan Gambung dan keripik daun teh Sam Sam Chips yang sudah di jual hingga ke luar Pulau Jawa. Selama ini usaha pemasaran dilakukan secara online melalui social media” pungkasnya.(Denny)

Related Articles

Close
Close