JAWA BARAT

Mengagetkan, Inilah Temuan Tim Dokling Prabowo-Sandi di Kampung Pancasila

 

SUKABUMI – Sejak republik ini berdiri, baru tim Dokter Keliling (Dokling) Relawan Prabowo-Sandi yang masuk ke titik terdalam kawasan Sukabumi Jawa Barat untuk menjalankan aksi sosial pengobatan gratis, akhir pekan kemarin (31/3/2019).

Setelah beraksi di berbagai titik di Jawa Barat, tim yang terdiri dari kelompok A sampai E ini berkumpul di Kasepuhan Ciptagelar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Energi tim dicurahkan untuk menelisik derajat kesehatan warga yang baru-baru ini ditempa bencana tanah longsor.

Setelah melihat langsung, tim terkaget-kaget pada gambaran kondisi nyata yang ditemukan. “Bertahun-tahun lamanya, masyarakat di sini tidak mendapatkan perawatan kesehatan, bahkan akses ke fasilitas kesehatan tidak ada. Padahal di sini cerita tentang TBC dan liver sudah lama terjadi,” jelas Tim Dokling Tim Relawan Prabowo-Sandi, Dr Celia dengan muka sedih.

Menurutnya, memang pernah ada pengobatan gratis yang dilakukan di sini tapi hanya bagi-bagi resep dan obat tebus saja. Berbeda dengan tim Dokling. “Ya inilah bedanya dengan kami, pola yang kami lakukan mendatangi langsung masyarakat kemudian memeriksa kesehatan dan memberikan tindakan medis, serta memberikan obat saat itu juga,” jelas Celia.

Yang sangat mengenaskan, lanjutnya, tak jauh dari kampung adat, tepatnya di Kampung Cigarehong Dusun Cimapag, Desa Sirnaremsi Kecamatan Cisolok, baru-baru ini terjadi tanah longsor, namun tidak ada bantuan yang semestinya, hanya kunjungan biasa dari pejabat daerah. Setelah itu, warga menderita.

Celia menceritakan, melihat kenyataan yang sebenarnya di Kasepuhan ini sebenarnya Pancasila termanifestasikan dengan baik. Bahkan sudah menjadi napas keseharian warga. “Di sini perikemanusiaan, keadilan sosial, dan  gotong royong diamalkan oleh seluruh warga. Tapi kenapa kampung ‘Pancasila’ ini diabaikan dan tidak diperhatikan,” tuturnya seraya bertanya.

Di tempat yang sama, Koordinator Tim Relawan Dokling Prabowo-Sandi. Dimas Pratama menyebut, karena secara geografis letak kampung ini terpencil boleh jadi perhaian pemerintah daerah dan pusat tak mengarah ke kampung ini. Padahal warga di sini memerlukan sarana dan layanan kesehatan semestinya.

“Inilah alasan kita memilih kampung ini sebagai lokasi Dokling. Dalam pelaksanaanya 37 orang memeriksakan diri dengan penyakit yang diidap antara lain myalgia (pegal-pegal), ISPA, TBC, hipertensi,” pungkas Dimas. (cek)

Related Articles

Close
Close