POLITIK

Survei UKRI: Yang Pilih Jokowi Hanya 37 Persen, Prabowo 63 Persen

SPOLBandung – Pasangan capres nomor urut 01  Jokowi-Amin kalah dalam pertarungan di Pilpres 2019 melawan Prabowo-Sandi. Jokowi hanya dipilih sebanyak 37 persen pemilih Indonesia, sedangkan penantangnya pasangan capres nomor urut 02 Prabowo mendapat dukungan terbanyak sebanyak 63 pesen.

Kekalahan telak Jokowi ini diketahui melalui pemaparan hasil survei yang dilakukan Lembaga Afiliasi Pengetahuan dan Teknologi Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (Lapitek UKRI), Kamis (11’4/2019) di Aula Kampus UKRI Jalan Terusan Halimun no 34 Kota Bandung.

Menurut Direktur Lapitek, Rochmanijar Setiady, survei ini dilakukan selama sembilan hari dari tanggal 1 April 2019 sampai 8 April 2019 dengan responden sebanyak 10,252 orang dengan responden berkategori telah memiliki hak suara. Sedangkan margin of eror di kisaran 2,52 persen dengan tingkat kepercayaan 95,5 persen.

“Metode yang kami gunakan adalah random sampling, dengan menyebar relawan sebanyak 2000-an ke berbagai tempat di Indonesia, dan relawan menemui para reponden untuk menanyakan pertanyaan singkat, pasangan presiden mana  yang menjadi pilihan bapak atau ibu?” jelas Rochmanijar.

Hasilnya relatif cepat diperoleh, jelas Rochmanijar, karena para responden hanya cukup dengan mengklik salah satu gambar pasangan calon yang terdapat di gadget miliki relawan yang ditunjukkan kepada para responden. “Responden hanya tinggal klik gambar pasangan calon pilihannya melalui gadget,” ujarnya.

Pada akhir periode survei dilakukan perhitungan dan hasil yang disajikan kepada publik adalah gambaran asli dari pilihan pemilih. “Kami tidak melakukan dengan landasan jujur dan tidak melakukan rekayasa sama sekali, apa yang kami dapatkan itulah yang kami sampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara Rektor UKRI Dr Boyke Setiawan menjelaskan, survei yang dilakukan Lapitek adalah salah satu bentuk pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, pendidikan, peneletian, dan pengabdian. “Yang dilakukan Lapitek adalah penelitian sebagai wujud pelaksanaan salah satu tridharma perguruan tinggi,” jelasnya. (hey)

Related Articles

Close
Close