EKONOMI

Dirjen KSDAE Akan Tinjau 441 Satwa Sitaan

SPOL.Bandung,- Salah satu tuntutan dari JPU PN Jember terhadap direktur CV Bintang Terang, Lauw Djin Ai alias Kristin yaitu untuk kembali melepasliarkan 441 satwa dilindungi yang disita mengundang perhatian secara luas.

Terkait dengan hal tersebut, sejumlah aktifis senior konservasi seperti mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno, Direktur Yayasan Badak Indonesia, Dr. Widodo S. Ramono, mantan Kabag Peraturan Perundang-Undangan dan Informasi Dirjen PHKA Kemenhut, Ir. Sudarmadji dan tak ketinggalan pengamat satwa liar yang dikenal kritis Singky Soewadji menenui Dirjen KSDAE Wiratno di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Oegroseno menyambut baik dan sepakat dengan pendapat Ir. Wiratno, Dirjen KSDAE yang menginginkan proses hukum Kristin selaku Direktur CV Bintang Terang tetap berjalan, namun penyelamatan satwa yang disita dari CV Bintang Terang harus segera dilakukan.

“Saya setuju, beliau akan melihat satwa sitaan tersebut di lokasi, Dirjen KSDAE akan melakukan gelar perkara di TKP” Ujar Oegroseno dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Dr. Widodo S. Ramono juga ikut memuji sikap Dirjen KSDAE yang dinilainya bijaksana dalam melihat permasalahan CV Bintang Terang.

Orang Indonesia pertama peraih penghargaan internasional Sir Peter Scott Awards tahun 2015 ini menghargai langkah Ir. Wiratno yang berusaha mencari kejelasan dulu dari berbagai sumber supaya bisa membuat keputusan yang tepat.

Para aktivis konservasi ini cenderung satwa satwa tersebut tetap dipelihara di CV. Bintang Terang karena tempat tersebut memiliki fasilitas yang sangat baik untuk merawat satwa satwa itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Singky Soewadji. Dirinya meyakini satwa yang disita dari CV Bintang Terang sulit dilepasliarkan ke habitatnya karena sudah kehilangan sifat liarnya. Selain itu pengamat satwa liar yang dikenal kritis ini menilai penangkaran CV Bintang Terang sudah berhasil dan bisa membantu pemerintah dalam bidang konservasi juga pelestarian satwa dilindungi.

“Perlu dicatat, Kristin adalah penangkar burung paruh bengkok Indonesia yang sudah berpengalaman selama 15 tahun dan berhasil. Dia memiliki kemampuan dan teknologi yang mumpuni, jadi seharusnya negara membina Kristin, bukan malah membinasakannya,” pungkasnya. (Denny)

Related Articles

Close
Close