PENDIDIKAN

Guru Besar Unpad Siapkan Gugatan Ke MWA Unpad

SPOL.Bandung,- Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Padjajaran (Unpad) berenacana akan mengulang kembalu proses pemilihan Rektor (pilrek) Unpad.

Terkait dengan hal tersebut, Calon Rektor Unpad Prof. H. Atip Latipulhayat dalam waktu dekat berencana akan menggugat MWA ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN)

“Saya akan ke PTUN. Kita akan menggugat keputusan (ini) yang melanggar hukum,” ujar Atip kepada wartawan di Gedung Sri Soemantri Fakuktas Hukum Unpad Jalan Imam Bonjol, Kota Bandung, Senin (15/4/2019).

Namun dia menegaskan, sebelum (gugata) itu akan meminta kejelasan dulu dari pihak MWA terkait permintaan kemenristekdikti yang meminta proses pilres Unpad diulang.

“Jika harus diulang dari awal, hal tersebut sudah cacat hukum.Saya menunggu hasil tertulis dari rapat MWA keputusannya bagaimana. Saya bertanya mengulang itu bagaiamana maksudnya? Apakah dari 8 besar lagi? Apakah tetap tinggal dua? Tinggal jalan lagi. Apakah mengulang dari nol, itu berat masalah hukumnya,” ujar Atip yang juga Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Internasional Unpad.

Dirinya mengaku mengalami banyak kerugian dari terkatung-katungnya proses pilrek Unpad. Banyak jadwal yang berantakan seperti kegiatan tahunan diluar negeri yang terpaksa harus dibatalkan. Atip mengaku secara psikologis dirinya terganggu karena saya tetap berpikir tapi enggak jelas kapan mau selesainya. Kalau pertandingan harus jelas finish-nya, sedangkan ini seperti sebelum ke finish  tapi disuruh pulang. Siapa pemenang siapa yang kalah enggak jelas.

“Ini merugikan bagi saya, maka saya ajukan gugatan. Bila nanti saya menggugat Rp. 100 milyat misalnya, maka anggota MWA akan tanggung renteng membayar 10 miliar kepada saya, karena MWA dengan seenaknya telah mempermainkan saya,” tegasnya.

Atip menambahkan, Hal ini dilakukan semata mata untuk menegakkan keadilan dan untuk menjaga marwah Universitas Padjadjaran dan memberikan memberikan pelajaran kepada pihak-pihak yang merusak Unpad, baik dari dalam maupun dari luar.

“Ini bukan masalah saya perlu uang. Saya meminta pertanggungjawaban, agar mereka berhati-hati dapat amanah dari publik, dan saya ingin menegakkan kompetisi garis tangan bukan kompetisi campur tangan tangan” pungkasnya. (Denny)

Related Articles

Close
Close