POLITIK

Exit Poll UKRI: Prabowo Kalahkan Jokowi dengan Jumlah Telak

SPOLJabar – Pasangan Capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi memenangkan pemilihan presiden (Pilpres)  dengan mendapatkan suara 66,4 persen atas pesaingnya Jokowi-Amin memperoleh 33, 6 persen.

Hasil tersebut diperoleh Prabowo-Sandi berdsarkan exit poll yang diselenggarakan Lapitek Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (Lapitek UKRI).

Dalam penjelasannya, Rektor UKRI Boyke Setiawan, Rabu (17/4/2019) di kampus UKRI Bandung menyebutkan, hasil exit poll tersebut diperoleh dari wawancara kepada 2.200 responden di sebanyak 700 TPS di 34 provinsi.

“Hasil ini diperoleh dari relawan kami di lapangan. Dalam melaksanakannya kami menggunakan metode random sampling ke sebanyak responden yang kami temui,” jelas Rektor kepada wartawan.

Rektor melanjutkan, data yang masuk kemudian diolah tim yang beraktivitas di pusat pengolahan data (Puslahta). “Jadi kami tidak asal-asalan dalam melakukan survey ini, karena kami berbasis data dengan menghitungnya secara hatai-hati,” jelas Resktor seraya membawa wartawan menengok ruang Puslahta.

Menyinggung dana yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan survey ini, Rektor melanjutkan, diambil dari dana sendiri. Dengan kata lain tidak berdasarkan pesanan dari pihak manapun, melainkan sebagai wujud nyata sesuai institusi perguruan tinggi.

“Kami menghabiskan dana sekitar Rp206 juta. Kemudian kami menyhinergikan dengan fasilitas yang kami miliki. Karena selain Lapitek juga melibatkan unit pelaksana teknis (UPT) IT yang ada di UKRI, sehingga kami hanya tinggal mencari relawan saja,” jelasnya.

Boyke menjelaskan mengenai munculnya perbedaan antara exit poll dan quick count yang diselenggarakan berbagai lembaga survey, katanya, sama sekali tidak mempermasalahkan perbedaan tersebut. Karena yang jelas, Lapitek menyelenggarakan berdasarkan data dan fakta di lapangan.

“Biarkan perbedaan itu, dan kami tidak mempermasalahkan. Tapi kami sangat yakin dengan hasil yang kami dapatkan, apalagi kami ini akademisi, kalau kami ngarang pasti akan ketahuan. Jadi kami harus menjaga nilai-nilai akademis dalam menjalankan dan memaparkannya,” urainya.

Di sisi lain dia menjelaskan, semua data yang diperoleh diuji secara statistik. “Kelebihan kami ini dari lembaga survey lain seperti quick count, kami bisa menunjukkan proses pengolahan datanya,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Close
Close