EKONOMI

Promo Diperpanjang, Masyarakat Bisa Ngabuburit Naik Kereta Ke Tasikmalaya

SPOL.Bandung,- Banyak cara yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan, salah satunya adalah dengan ngabuburit atau berjalan-jalan sore sambil menunggu datang berbuka puasa.

Terkait dengan hal tersebut, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Noxy Citrea Bridara mengatakan ada kabar gembira yakni promo KA Pangandaran rute Bandung – Banjar PP dan KA Galunggung rute Kiaracondong – Tasikmalaya PP diperpanjang hingga akhir bulan Mei 2019.

“Ngabuburit bisa jalan-jalan sambil naik kereta api, untuk tarif tiketnya tetap Rp 1.000 untuk kedua kereta tersebut,” ujar Noxy dalam keterangan resminya kepada wartawan. Jumat (10/05/2019)

Noxy mengungkapkan, perpanjangan masa promo kedua kereta tersebut diharapkan akan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kereta api.

Disinggung mengenai masih adanya masyarakat beraktivitas seperti ngabuburit di rel KA, noxy menegaskan jika ngabuburit di dekat jalur kereta api karena sangat berbahaya.

“Jalur kereta merupakan jalur yang dilindungi undang-undang yaitu UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian” tegasnya.

Jalur kereta api, ungkapnya, adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel dengan meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api.

“Dengan karakteristik jalur yang khusus seperti itu maka jalur kereta api tidak bisa dimanfaatkan secara sembarangan karena menyangkut keselamatan perjalanan kereta api” tegasnya.

Untuk itu, Noxy menyampaikan bahwa tidak boleh ngabuburit sambil duduk-duduk atau jalan-jalan di jalur kereta api karena itu sangat membahayakan. Hal ini, sambungnya, dinyatakan sesui dengan pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian. Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Pelanggaran terhadap pasal 181 ayat (1) berupa pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 199 UU 23 tahun 2007.

“Saya menghimbau agar masyarakat turut membantu menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan juga memberi pengertian atau teguran apabila ada masyarakat yang bermain atau melakukan kegiatan di jalur kereta api” pungkasnya. (Denny)

Related Articles

Close
Close