JAWA BARATLEGISLATIF

Hewan Kurban di Jabar Diperkirakan Mencapai 275 Ribu

BANDUNG, SPOL –┬áKepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat (Jabar) Koesmayadie Tatang Padmadinata memprediksi tahun ini terjadi lagi peningkatan jumlah hewan yang dikurbankan. Dari data yang dihimpun setiap tahunnya hewan kurban di Jabar memang meningkat. Tahun lalu totalnya bahkan telah mencapai 260 ribu hewan yang terdiri dari kambing, domba, sapi, dan kerbau.

“Kita prediksi di atas 250 ribu ekor, mungkin 275 ribu ekor hewan kurban,” ujar Koesmayadie di acara Jabar Punya Informasi (Japri), Kamis (1/8).

Rasa optimistis akan ada kenaikan jumlah hewan kurban dikarenakan perekonomian masyarakat Jabar tahun lalu naik. Hal tersebut kemungkinan akan berdampak pada naiknya proses jual beli termasuk pembelian hewan kurban. Di sisi lain, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah masyarakat miskin pun mulai berkurang.

Dengan prediksi total kebutuhan hewan kurban, Koesmayadie memastikan ketersediaan hewan justru berbanding terbalik, khususnya untuk kerbau dan sapi. Selama ini presentase hewan kurban di Jabar, yaitu 30 persen dari petani lokal dan sisanya dari luar Jabar.

“Ruminansia besar (sapi dan kerbau) kita kekurangan, kita masih 400 ribuan ekor sapi Jabar, kalau dikurbankan habis nanti. Jadi kita datangkan dari luar. Terutama Jatim dan Jateng, yang populasinya banyak,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat, Pranyata Tangguh Waskita mengatakan, pihaknya telah menyebar sekitar 370 dokter hewan ke dinas peternakan di kabupaten/kota se-Jabar. Seluruh dokter hewan ini dilibatkan dalam pemeriksaan antemortem dan postmortem menjelang dan setelah penyembelihan.

“Untuk antemortem memastikan tubuh hewan tersebut harus sehat dan memenuhi syarat. Dari mulai bulu, temperatur badan, kotoran dan performanya,” katanya.

Pranyata menuturkan, pada hari H Idul Adha atau Ahad 11 Agustus 2019 ini, sejumlah dokter hewan tersebut bakal menitikberatkan pada pemeriksaan postmorten. Mereka akan memastikan dan memberikan pemahaman kepada panitia kurban mengenai daging yang layak disebarkan kepada penerima kurban.

“Kita lihat mana yang ada perubahan, kalau ada organ yang tidak layak dimakan disingkirkan,” katanya. (adems)

Related Articles

Close
Close