728 x 90


<--!iklan -->

Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari : Ahok Tak Ramah Pada Wong Cilik

  • Rubrik: Politik
  • 15 Oktober 2015 | 09:17 WIB
  • 00663
img

- Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari memiliki penilaian khusus terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Eva menilai Ahok (sapaan Basuki) tidak memiliki sikap dan kebijakan yang ramah terhadap masyarakat menengah ke bawah. 

"Relawan sudah mulai menyoal ini, Ahok cenderung ramah ke kaum kapitalis tapi tidak ramah ke wong cilik," ujar Eva dalam diskusi sekaligus rilis survei bertajuk "Ahok dan Para Penantangnya" yang diadakan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2015). 

Menurut Eva, beberapa contoh sikap tidak ramah Ahok terhadap warga miskin adalah penertiban PKL dan penggusuran. 

Dalam dua hal itu, Ahok seperti tidak mengakomodasi keinginan warga. Meski mendapat banyak kritik dan protes dari warga miskin, Ahok bergeming dengan keputusannya. 

Sementara, menurut Eva, Ahok terlihat kooperatif dan bisa mengakomodir keinginan pengusaha. Hubungan Ahok dengan pengusaha dinilai baik. Terbukti dari banyaknya CSR yang diterima Pemerintah Provinsi DKI. 

Eva mengatakan, semua hal tersebut juga diperparah oleh profil warga Jakarta yang menjadi pendukung Ahok. 

Menurut Eva, para pemilih sekalipun tidak memiliki solidaritas tinggi terhadap rakyat kecil. Sehingga, apa yang dilakukan Ahok seolah mendapat pembenaran dan Ahok tetap didukung. 

"Menurut saya ini terkait juga dengan perilaku pemilih, solidaritas kepada wong cilik menipis. Itu kenapa Ahok berani mempertahankan sikapnya itu. Ternyata temen dari kelas menengah itu happy kok dengan adanya penggusuran. Saya pikir ini bahaya kalau ada pemimpin enggak sensitif dengan isu orang miskin," ujar Eva. 

Eva menilai hal berbeda justru ditunjukkan oleh mantan rekan Ahok dalam memimpin Jakarta yaitu Presiden RI Joko Widodo. Menurut Eva, Jokowi justru memperlihatkan bahwa dia mempertahankan dukungan dari masyarakat miskin. 

Berbeda dengan Ahok, Jokowi justru dinilai sering mendengar keluhan rakyat miskin. Hal itu ditunjukan dengan blusukan-blusukan yang sering dilakukan Jokowi. Namun, hal sudah ditinggalkan oleh Ahok.

"Mudah-mudahan, dia mulai mendengar kritik bahwa harus fair dengan orang miskin. Pemimpin itu kan tegas boleh, tapi harus manusiawi. Tegas boleh, tapi harus ada nurani," ujar Eva.

(fey/kompas)