728 x 90


<--!iklan -->

Asrul Sani Kembalikan Kenaikan Tunjangannya

  • Rubrik: Politik
  • 15 Oktober 2015 | 17:52 WIB
  • 00586
img

Anggota Fraksi PPP Arsul Sani mengembalikan kenaikan tunjangan anggota DPR yang mulai naik pada Oktober 2015. Berdasarkan penghitungannya, diketahui kenaikan untuk anggota DPR itu sebesar Rp 6,7 juta.

Kenaikan tunjangan anggota DPR itu tertuang dalam Surat Menteri Keuangan No S-520/MK.02/2015. Nilai kenaikan tunjangan itu rupanya berbeda-beda untuk pimpinan badan atau komisi dengan anggota DPR biasa.

Berikut daftar rincian kenaikan tunjangan anggota DPR sebagaimana ditunjukkan Arsul Sani di gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/10/2015):

I. Tunjangan Kehormatan

Ketua badan/komisi: Rp 4.460.000 naik menjadi Rp 6.690.000
Wakil ketua badan/komisi: Rp 4.300.000 naik menjadi Rp 6.450.000
Anggota: Rp 3.720.000 naik menjadi Rp 5.580.000

II. Tunjangan Komunikasi Intensif

Ketua badan/komisi: Rp 14.140.000 naik menjadi Rp 16.468.000
Wakil ketua badan/komisi: Rp 14.140.000 naik menjadi Rp 16.009.000
Anggota: Rp 14.140.000 naik menjadi Rp 15.554.000

III. Tunjangan Peningkatan Fungsi Pengawasan dan Anggaran

Ketua badan/komisi: Rp 3.500.000 naik menjadi Rp 5.250.000
Wakil ketua badan/komisi: Rp 3.000.000 naik menjadi Rp 4.500.000
Anggota: Rp 2.500.000 naik menjadi Rp 3.750.000

IV. Bantuan Langganan Listrik dan Telepon Rp 5.500.000 naik menjadi Rp 7.700.000

Dari penghitungan di atas, total kenaikan tunjangan untuk anggota DPR yang tidak menempati posisi pimpinan di Badan atau Komisi adalah sebesar Rp 6,724.000.

Arsul telah memisahkan uang tersebut dan membawanya dalam ampop untuk diserahkan melalui Setjen DPR.

"Saya tak mengerti mekanisme pengembaliannya sementara saya ingin kembalikan. Jadi saya surati Sekjen. Kalau transfer ke rekening, rekening negara atau DPR," ucap Arsul Sani.

Konfirmasi dari Setjen DPR bahwa uang itu bisa dikembalikan melalui Setjen. Arsul juga telah meminta Setjen agar nilai kenaikan tunjangan untuk bulan-bulan berikutnya tidak perlu masuk ke rekeningnya.

Sejauh ini, baru Arsul Sani yang konkrit mengembalikan tunjangan anggota DPR. (be/detik.com)