728 x 90


<--!iklan -->

DPD-DPD Golkar Inginkan Ketum Mendatang Harus Bersih dan Bisa Diterima Jokowi

  • Rubrik: Politik
  • 29 Februari 2016 | 13:09 WIB
  • 00369
img

- Masing-masing calon ketua umum Partai Golkar sudah melakukan safari politik ke daerah-daerah pemilik suara dalam Munas Golkar mendatang. Tak terkecuali calon Ketua Umum Partai Golkar Ade Komarudin (Akom)

"Kita sudah 18 provinsi, terakhir kami ke Kalteng, Sulteng, Palembang, dan Medan," kata Timses Akom, Bambang Soesatyo.

Menurut Bamsoet, selama melakukan safari politik ke 18 provinsi, baik DPD 1 atau DPD 2, pihaknya lebih banyak mendengarkan dan menyerap aspirasi.

Kata dia, ada tiga hal utama yang disampaikan DPD-DPD terkait calon ketua umum Partai Golkar yang ideal ke depannya.

"Mereka DPD-DPD sudah capek dengan konflik. Pertama perlu figur yang dapat diterima semua pihak," tegas Bamsoet.

"Kedua, mereka ingin calon itu bisa diterima pemerintah (Jokowi), sehingga tak terulang lagi peristiwa digantung pengesahan SK Golkar oleh pemerintah," imbuhnya.

Menurut Bamsoet, Ketua Umum Partai Golkar mendatang harus bisa berkomunikasi dengan pemerintah secara baik dan pemerintah nyaman terhadapnya. Apalagi Golkar kalau dilihat dari sejarahnya, tidak pernah Golkar menjadi partai oposisi.

Ketiga, lanjut Bamsoet, DPD-DPD menghendaki agar ketua umum Partai Golkar mendatang haruslah orang bersih. Tidak memiliki potensi-potensi hukum ke depannya.

"Agar parpol tak terbebani atau orang yang bersangkutan tidak menjadi beban partai Golkar," tandasnya.(be/merdeka)