728 x 90


<--!iklan -->

Ini Sikap Bupati Dedi Soal 'Full Day School'

  • Rubrik: Pendidikan
  • 10 Agustus 2016 | 12:43 WIB
  • 00345
img

Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy untuk menerapkan Konsep ‘Full Day School’ ternyata menuai komentar dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Bupati yang sejak menjabat menerapkan konsep Pendidikan Berkarakter tersebut menanggapi dingin konsep yang digulirkan oleh Menteri pengganti Anies Baswedan ini.

Ditemui di SMAN 2 Purwakarta Jl Raya Sadang – Subang hari ini Selasa (9/8) dalam sebuah acara bersama Ketua DPR RI Ade Komarudin, Pria yang akrab disapa Kang Dedi tersebut mengatakan bahwa tidak semua sekolah cocok dengan Konsep ‘Full Day School’. Dedi menilai, ‘Full Day School’ hanya cocok diterapkan di wilayah perkotaan saja tetapi untuk wilayah pedesaan dia nilai konsep ini akan kontraproduktif.

“Jangan hanya lihat Jakarta. Lihat Papua, Kalimantan, lihat juga Jawa Barat. Tidak akan semuanya cocok”. Ujar Dedi

Dedi pun berpendapat, Konsep ‘Full Day School’ akan berjalan efektif saat sekolah memiliki fasilitas yang memadai. Tanpa itu semua menurut dia, sistem pendidikan hanya akan melahirkan generasi stres dan depresi.

“Kalau fasilitasnya memadai, Laboratorium, ruang seni, fasilitas olahraga dan semua kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan baik tentu konsep ini bagus. Tetapi kalau semua fasilitas dan kegiatan masih kurang, kita malah akan keteteran. Anak-anak bisa depresi”. Kata Dedi menambahkan.

Karena didasarkan pada faktor heterogenitas pelajar dan orang tua, Dedi mengaku akan tetap menggunakan konsep Pendidikan Berkarakter yang telah dia terapkan sejak Tahun 2008 lalu. Mata pencaharian para orang tua siswa yang rata-rata petani di pedesaan membuat pelajar di Purwakarta memiliki durasi waktu belajar yang lebih singkat di sekolah yakni dari Jam 06.00 WIB sampai dengan Jam 11.00 WIB.

“Sepulang sekolah mereka bisa membantu orang tuanya di sawah, belajar berladang, bercocok tanam, beternak dan kegiatan lain yang sifatnya mengasah kemandirian mereka kelak. Ini juga solusi kami di Purwakarta untuk  generasi mendatang yang mampu menciptakan ketahanan pangan ”. Pungkas Dedi.

Di Purwakarta, Peraturan Bupati tentang Pendidikan Berkarakter sudah diintegrasikan dengan Peraturan Bupati tentang Desa Berbudaya sehingga pelajaran siswa di sekolah harus diaplikasikan oleh siswa di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, para orang tua yang tidak mendorong anak-anak mereka untuk melaksanakan peraturan tersebut diberikan sanksi berupa pencabutan subsidi kesehatan dan pendidikan dari pemerintah daerah. (*)