728 x 90


<--!iklan -->

Atlet Peparnas 2016 Dites Doping

  • Rubrik: Olahraga
  • 24 Oktober 2016 | 12:11 WIB
  • 00120
img

Bandung - Sejarah baru tercipta di ajang Peparnas XV/2016 yang dihelar di Jawa Barat. Untuk kali pertama dalam sejarah Peparnas, tes doping bagi atlet diberlakukan.

Seperti yang dikatakan Kabid Pertandingan PB Peparnas XV, Riadi, penerapan kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menambah bobot gelaran Peparnas. Nantinya, hal serupa akan dilakukan di Peparnas XVI/2020 di Papua.

"Kami ingin membuat Peparnas berstandar internasional. Biayanya memang mahal, tapi kami sudah komit karena banyak manfaat yang bisa diperoleh," ucap Riadi seperti dilansir situs resmi Peparnas XV/2016.

Tes doping dilakukan sebagai persyaratan pemecahan rekor bisa diakui. Selain itu, menjadi pemicu bagi para atlet supaya prestasi yang diraih tak sampai menghalalkan segala cara.

Hanya saja, tak semua atlet akan menjalani tes doping. Panpel bersama panel yang ditunjuk akan memilih atlet yang harus melakoni tes doping dan sifatnya wajib. Selain atlet yang berhasil memecahkan rekor, tes doping juga ditujukan kepada atlet yang mencapai prestasi luar biasa.

Hasilnya baru dapat diketahui dalam kurun waktu 6 bulan. Sampel urine para atlet yang diwajibkan mengikuti tes doping bakal dikirim ke laboratorium di India untuk dilakukan pemeriksaan.

Sanksi yang dijatuhkan bagi atlet yang positif menggunakan doping cukup berat. Raihan medali dan pemecahan rekor otomatis gugur atau dicabut. Semua cabang olahraga di Peparnas XV/2016 yang berjumlah 13 cabor diberlakukan tes doping.