728 x 90


<--!iklan -->

Soal Konflik Ormas, Ini Sikap XTC Indonesia

  • Rubrik: Hukum
  • 23 Januari 2017 | 18:02 WIB
  • 00853
img
Ketua Dewan Pembina dan Pendiri XTC Indonesia, Ivan Rivki Sulaeman, SH.

BANDUNG, Konflik Organisasi Massa (Ormas) yang terjadi belakangan ini, memicu keprihatinan Ormas XTC Indonesia. Ketua Dewan Pembina selaikgus Pendiri XTC Indonesia, Ivan Rivki Sulaeman, SH mengatakan, XTC INDONESIA adalah Ormas berbasis massa bergerak di bidang otomotif. Namun demikian, menyikapi dengan banyaknya konflik Ormas, XTC INDONESIA tidak latah ikut dukung-mendukung, karena semua permasalahan banyak yang bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah kekeluargaan.

 

"Menyikapi banyaknya konflik Ormas, kami tidak latah ikut dukung-mendukung, karena semua permasalahan menurut hemat kami, bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah kekeluargaan,"ungkapnya.

 

Menurut dia, permasalahan  banyaknya aksi unjukrasa mendukung salah satu Ormas, saat ini memang sepertinya cenderung menjadi tren. Meski begitu, XTC INDONESIA tidak terlalu juga menjadi latah atau ikut-ikutan, karena saat ini mereka sedang fokusi membenahi internal organisasi sesuai dengan motto "Kuat dalam Persaudaraan".

 

"Kita lebih sibuk mengurusi kondisi internal untuk memperkuat dan membesarkan Organisasi sebagaimana mottonya Kuat Dalam Persaudaraan. Selanjutnya terus menerus menjalankan program-program yang posistif yang bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah," tegas dia.

 

Ivan menambahkan, pihaknya menilai, Ormas yang berseteru baik dengan Ormas lain maupun dengan pemerintah kami rasa Ormas itu bukan berarti tidak sejalan dengan pemerintahan, tapi lebih kepada kontrol sosial. Menurutnya, Mereka berbeda pendapat dan mengkritisi kebijakan atau aturan pemerintah yang dirasa bertentangan dengan pandangan mereka.

 

"Kami rasa sah-sah saja, asal dilakukan dengan jalan yang tidak melawan hukum dan tidak anarkis,"ungkapnya.

 

Lebih jauh Ivan mengatakan. Phaknya sangat menghargai perbedaan pendapat dan pandangan orang lain. "Yang sangat penting kita harus dapat menjaga keutuhan bangsa dan negara dalam kerangka NKRI dan Bhineka tunggal Ika, dengan ideologi dasarnya Pancasila,"pungkasnya. (dens)