728 x 90


<--!iklan -->

Satpol PP Musnahkan Belasan Ribu Botol Miras

  • Rubrik: Hukum
  • 28 Mei 2017 | 11:37 WIB
  • 00187
img
Belasan ribu botol miras dan tuak dimusnahkan di sekitar perkantoran Pemkab Bandung, Soreang, Jumat (26/5) siang).

BANDUNG – Satpol PP Kabupaten Bandung memusnahkan sekitar 12 ribu botol minuman keras (miras) berbagai dan miras oplosan atau tuak, di sekitar perkantoran pemkab setempat, Soreang, Jumat (26/5) siang. Pwmusnahan dilakukan dalam menyambut Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri tahunini.

 

Menurut Kasatpol PP Kabupaten Bandung, Usman Sayogi, belasan ribu miras tersebut, merupakan temuan sekitarlima bulan lalu, sebagian besar di antaranya berasal dari salah satu toko di Kecamatan Ciwidey.

 

"Sebanyak 11 ribu botol miras itu berasal dari toko milik salah seorang bandar di Ciwidey bernama Enci Tresnawati. Atas kesadaraannya,” katanya.

 

Pemilik toko, lanjut dia,  melalui kuasa hukumnya menyerahkan belasan ribu botol minuman haram itu itu untuk dimusnahkan. Pemusnahan tersebut  untuk menekan peredaran miras di masyarakat.

 

Terlebih saat pelaksanaan ibadah puasa dan nanti saat tibanya hari raya Idul Fitri. "Ini salah satu upaya kami untuk menjaga kesucian bulan puasa,"ujar dia.


Usman mengaku, dalam upaya memerangi miras, pihaknya memerlukan peran aktif masyarakat, membasmi peredaran miras di lingkungan mereka. Begitu juga kepada kelompok-kelompok masyarakat, seperti ormas dan LSM, untuk bersama-sama mengawasi lingkungan sekitarnya, terutama mengenai peredaran miras.

 

“Tapi ketika menemukan peredaran miras, tetap kami yang akan menindaknya, karena memang sweeping atau razia adalah kewenangan kami dari Satpol PP dan aparat penegak hukum lainnya," katanya.

 

Diakuinya pula, miras di wilayah Kabupaten Bandung relatif masih banyak. Sebelumnya, Jum'at (19/5) di Kecamatan Majalaya berhasil memusnahkan 47 ribu botol miras, dan 5.578 botol miras serta 6 kg ganja, oleh Polres Bandung dari hasil temuan di Kecamatan Cileunyi, Majalaya, dan Bale Endah.

 

Sementara Bupati Bandung, H Dadang M Naser, menyebutkan, sesuai dengan Perda setempat, pelaku yang mengedarkan miras akan dijatuhi hukuman tiga bulan penjara atau denda Rp 50 juta.  Menurut dia, ancaman Perda tersebut, sangat ringan.

 

Karena itu ia akan mengusulkan ke pusat agar hukuman dalam Perda itu bisa diperberat lagi, agar memberikan efek jera bagi pelaku yang melanggarnya. “Misalnya untuk pengedar miras itu hukuman kurungan minimal tiga tahun, kemudian dendanya jadi Rp 500 juta. Soalnya sejak saya masih di dewan, ancaman hukumannya yah sangat rendah."

 

Pemusnahan miras kali ini, lanjut dia,  juga sekaligus untuk menepis rumor yang selama ini beredar, bahwa miras yang disita Satpol PP ini dikembalikan lagi kepada pemiliknya. Makanya, kemarin semua miras hasil sitaan tersebut, dimusnahkan tanpa terkecuali.

 

"Ada miss komunikasi tentang isu dikembalikannya miras tersebut, yang benar semua miras dimusnahkan. Jadi tidak benar kalau dikembalikan lagi," ujar Dadang.

 

Diakuinya pula, tidak mudah menekan peredaran miras yang semakin merajalela di daerahnya ini,

Karena perilaku buruk dari penjual dan pembeli miras tersebut sulit diredam. “Karena telah menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. "Sulit ditekan, karena mental harus diperbaiki dan saya mohon agar sedini mungkin menginformasikan serta memberi informasi yang akurat kalau di suatu lingkungan ada peredaran miras."(ak)