728 x 90


<--!iklan -->

Bersilaturami Dengan Ulama, Nurul Arifin Peroleh Banyak Pencerahan

  • Rubrik: Bandung
  • 15 September 2017 | 19:27 WIB
  • 00182
img

Bandung, -- Dalam adat ketimuran, nasihat atau wejangan dari ulama dapat menjadi rambu dalam melangkah koridor kebaikan. Karena di samping usaha maksimal yang telah dilakukan, masih ada yang Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Berkendak yang akan menentukan hasil akhir dari setiap usaha.

 

“Kita wajib bekerja dan berusaha, namun kita juga jangan lupa untuk berdoa dan melaksanakan kewajiban lainnya seperti sholat (sunat) tahajud dan istikhoroh. Jangan ketika ingin kursi tapi hanya diam diam saja” Ungkap Bakal calon walikota Bandung Nurul Arifin seusai bersilaturahmi dengan Ulama KH. Miftah Faridl di Taman Citarum Bandung. Jumat (15/9)

 

Nurul mengungkapkan, banyak nasihat bijak yang disampaikan oleh beliau dalam silaturahmi tersebut. salah satunya adalah pesan untuk senantiasa saling menghormati dalam berdemokrasi.

 

“Yang di dapatkan saya hari benar benar, menguatkan hati dan tekad untuk terus melangkah, apalagi beliau juga memberikan nasihat nasihat spiritual sehingga memberikan pencerahan kepada saya untuk tetap teguh, kuat dan semangat namun tetap dalam koridor kebaikan” Ungkapnya.

 

Nurul menambahkan, silaturahmi ini sangat membahagiakan karena diterima dengan tangan terbuka dan mendapatkan pencerahan melalui nasihat yang menyejukan hati.

 

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, KH Miftah Faridl yang juga sebagai ketua Majelis Ulama Kota Bandung mengatakan, sebagai orang tua kita memberi masukan dan nasihat. Yang pertama tadi sebagai umat Islam, dirinya menyarankan untuk meminta petunjuk kepada Allah dengan melakukan shalat Istikoroh terkait dengan pencalonannya. Selain itu juga agar dapat menjalankan demokrasi dengan baik.

 

“Ada ayat untuk dibaca dan direnungka, yaitu surat Al Isra ayat 80 yang artinya  Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

 

Maksud dari ayat itu, terangnya yaitu, ‘Ya Allah berikan kepada kami posisi yang baik, dan kalau kami harus melepaskan posisi, juga dengan cara yang baik’KH. Miftah Faridl menambahkan,  selain itu juga ada ayat lainnya yakni surat Ali Imran ayat 26.

 

Ayat perenungan tersebut, sambungnya, dimaksudkan agar nantinya Nurul Arifin tetap konsisten melalui mekanisme terhormat, baik saat mendapatkan jabatan atau saat melepas jabatannya.

 

“saya berharap Nurul Arifin dapat menghargai perbedaan pandangan politik masyarakat, sehingga dirinya siap menghadapi segala kemungkinan dan hasil yang terjadi pada Pilkada Kota Bandung 2018” Pungkas Miftah Faridl