728 x 90


<--!iklan -->

Cijaringao Jadi Tempat Puncak Acara Angklung Pride 7

  • Rubrik: Budaya
  • 16 November 2017 | 20:26 WIB
  • 00290
img

Bandung, -- Sejak ditetapkan pada 16 November 2010, Angklung menjadi warisan budaya tak benda oleh UNESCO sejumlah upaya pelestariannya terus dilakukan seperti yang dilakukan oleh Saung Angklung Udjo (SAU).

 

“Ada empat point yang harus terus dilakukan agar angklung tetap menjadi warisan budaya tak benda yaitu menjaga, memelihara, meregenerasikan dan mempromosikan angklung” Ungkap Direktur Utama SAU, Taufik Hidayat kepada wartawan di sela sela konfrensi press angklung Pride 7, Kamis (16/11)

 

Oleh karena itu, sambungnya, pihaknya kembali mengadakan angklung pride, sebagai bentuk syukur. Karena, terangnya, sebagai warisan tak benda (bukan benda fisik) mengandung filosofi yaitu mudah, murah, menarik dan masal.

 

“ada tiga rangkaian kegiatan dalam angklung pride 7 ini yaitu resital angklung, jambore angklung gunung dan puncak acara di kebon awi udjo cijaringao” ungkapnya.

 

Taufik menambahkan, dipilihnya kebon awi cijaringao sebagai lokasi puncak kegiatan angklung pride 7 karena diwilayah tersebut dinilai memiliki potensi seligus memperkenalkan upaya konservasi tanaman bambu kepada masyarakat luas.

 

“Selain ada pertunjukan silat, tari tarian dan bermain angklung bersama, juga bersama dengan rotary club bandung selatan akan menanam 1.100 bibit kopi jenis Arabica di wilayah cijarongao” Pungkasnya.