728 x 90


<--!iklan -->

Jabar Lautan Kopi 2017, Catatkan Rekor Dunia Brewing Coffee

  • Rubrik: Lifestyle
  • 25 Desember 2017 | 13:26 WIB
  • 00112
img
BANDUNG - Pada festival Jabar Lautan Kopi 2017 yang diselenggarakan oleh Pemprov Jabar, telah terjadi pemecahan rekor dunia oleh Record Holders Republic (RHR) yaitu brewing cofee atau menyeduh kopi arabica java preanger secara bersamaan oleh 1000 barista dalam waktu 30 detik.

Sertifikat rekor dunia tersebut diberikan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) selaku kreator, dari Vice President of RHR, Lia Mutiasari. RHR sendiri berkantor pusat di Amerika Serikat.

Dalam pemecahan rekor tersebut, Aher meracik kopi arabica java preanger bersama 503 barista yang berasal dari Aceh, Riau, Sulsel, Kaltim, pulau Jawa, 607 amatir, Wagub Jabar Deddy Mizwar, Netty Prasetiyani Heryawan dan para kepala FKPD Jabar serta 10 Mojang kopi yang mewakili 10 gunung penghasil kopi terbaik di Jawa Barat.

Gubernur Aher mengungkapkan antusiasme dalam Jabar Lautan Kopi ini sangat besar. Terbukti barista yang mendaftar untuk turut serta dalam menyeduh kopi bersamaan tersebut sebetulnya ada 4000 orang lebih.

"Kita membayangkan hanya ratusan barista yang daftar tapi diluar dugaan ada 4000 yang mendaftar tapi karena suatu hal kita hanya menerima seribu," ungkap Aher, di halaman Gedung Sate Bandung, Sabtu (23/12/2017).

Dalam kesempatan tersebut Aher membagikan 5 juta bibit kopi kepada masyarakat dan petani kopi agar semakin banyak dalam memproduksi kopi.

"Dengan 5 juta bibit kopi ini mudah-mudahan kedepan akan hadir kira-kira 2500 hektar pohon kopi bila satu hektar itu setara dengan 2 ribu pohon," ujarnya.

Selain itu dalam festival kopi yang menghadirkan puluhan stan kopi dari berbagai daerah ini selain launching bibit kopi juga diserahkan bibit indigofera sebanyak 200 ribu pohon, pengukuhan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) kopi java preanger dan diperkenalkannya tiga varietas kopi baru yaitu kopi kuning, kopi pucuk coklat dan kopi pucuk hijau yang telah bersertifikat, serta penyerahan buku kopi Road to Java dan Teh Parahyangan.

Seiring meningkatnya permintaan kopi arabica java preanger akhir-akhir ini, Pemprov Jabar harus menaruh perhatian tinggi pada penyediaan benih unggul dan pembinaan pada petani kopi. Melalui salah satu rangkaian acara dalam festival kopi ini yaitu seminar kopi, para pecinta kopi diharapkan saling berbagi pengalaman mengelola kopi di daerahnya masing-masing.
Baik di tingkat hulu yaitu para petani, pengelolaan di tempat perdagangan termasuk mengelola di tempat hilir yaitu di cafe-cafe termasuk sharing pengalaman menjadi brewer.