728 x 90


<--!iklan -->

1 Januari 2018, Seluruh Layanan SID Dari BI Beralih Ke OJK

  • Rubrik: Ekonomi
  • 29 Desember 2017 | 22:11 WIB
  • 00141
img
Dewan Komisioner OJK, Riswinandi. (dok.OJK)

Jakarta, -- Di penghujung tahun 2017, fungsi pengaturan, pengembangan dan pengelolaan sistem informasi perkreditan yang selam ini di lakukan oleh Bank Indonesia di alihkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Pengalihan fungsi tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) pengalihan fungsi, tugas, wewenang, dan tanggung jawab pengaturan, pengembangan dan pengelolaan Sistem Informasi Perkreditan oleh Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto dan Dewan Komisioner OJK, Riswinandi

 

“Pengalihan ini didasari oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan” Ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Riswandi dalam Keterangan resminya. Jumat (29/12)

 

Pengalihan fungsi ini, terangnya, telah melalui masa transisi sejak 31 Desember 2013, dengan berjalannya pelaporan Sistem Informasi Debitur (SID) yang dikelola BI dan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola OJK secara paralel selama periode April-Desember 2017.

 

“Selama masa transisi tersebut, BI dan OJK telah melakukan koordinasi yang sangat baik, khususnya dalam penyempurnaan ketentuan dan pengelolaan SID serta penyusunan pengaturan dan pengembangan SLIK OJK” tegasnya.

 

Lebih jauh riswandi menyatakan, dengan pengalihan fungsi tersebut, BI menghentikan operasional dan layanan SID kepada seluruh Pelapor SID dan masyarakat sejak 31 Desember 2017. Selanjutnya, sambung Dewan Komisioner OJK ini, pengelolaan sistem informasi perkreditan hanya dilaksanakan oleh OJK melalui SLIK yang akan diimplementasikan secara penuh mulai 1 Januari 2018.

 

“SLIK merupakan salah satu infrastruktur yang sangat penting di sektor jasa keuangan yang dapat digunakan oleh pelaku industri untuk mitigasi risiko, khususnya risiko kredit sehingga dapat membantu menurunkan tingkat risiko kredit bermasalah”.terangnya.

 

 Selain itu, ungkapnya, keberadaan SLIK juga mampu mendukung perluasan akses kredit/pembiayaan. Masyarakat yang bermaksud memperoleh Informasi Debitur Individual (IDI) di SLIK dapat mengunjungi kantor – kantor OJK baik di pusat maupun daerah. Informasi mengenai alamat kantor – kantor OJK tersebut dapat dilihat di www.ojk.go.id.

 

Pengalihan fungsi pengelolaan Sistem Informasi Kredit kepada OJK ini, tegasnya,  tidak akan mengurangi pelayanan yang selama ini telah dilakukan sebelumnya oleh BI.

 

“Nasabah dan masyarakat serta pemilik dana tetap akan mendapatkan akses informasi pendanaan yang inklusif, murah dan mudah serta memperhatikan prinsip kehati-hatian, termasuk untuk mendukung kebijakan dan pengambilan keputusan lembaga negara dan pemerintahan” Pungkasnya. (dens)