728 x 90


<--!iklan -->

BEI Dorong IPO Perusahaan E-Commerce Besar

  • Rubrik: Ekonomi
  • 02 Januari 2018 | 13:51 WIB
  • 00042
img

AKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong Go-Jek Indonesia, Tokopedia, dan Bukalapak untuk melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. BEI telah meminta secara langsung kepada masing-masing perusahaan untuk melepas sahamnya ke publik.

 

“Lebih dari 90% pendapatan mereka berasal dari Indonesia. Jadi, IPO dapat memberikan pemerataan pendapatan atas ekonomi kepada masyarakat,” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Kamis (28/12).

 

Selain Go-Jek, Tokopedia, dan Bukalapak, BEI juga terus membidik sejumlah perusahaan yang sudah besar di bidang teknologi. Sementara itu, dari 42 perusahaan rintisan (start up) yang masuk dalam IDX Incubator, terdapat lima start up yang berpeluang IPO.

 

Dari lima perusahaan tersebut, sebanyak dua perusahaan akan terlebih dahulu masuk bursa pada 2018. Untuk mendukung IPO start up tersebut, BEI berharap pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) yang menghitung kapitalisasi sebuah program dapat segera dikeluarkan.

 

“Ada lima perusahaan yang berpotensi menjadi emiten. Namun, salah satu kendala dalam IPO adalah persoalan permodalan,” ujar Tito.

 

Dia menjelaskan, rata-rata modal start up berkisar Rp 50-100 juta. Meski demikian, nilai dari program perusahaan rintisan tersebut lebih besar. “Jadi harapannya pada Januari atau Februari 2017, PSAK yang menghitung kapitalisasi sebuah program segera dikeluarkan, sehingga begitu modal para start up yang berpeluang go public itu naik, dapat merealisasikan IPO,” ujar dia.

 

Tito juga memastikan, pihaknya terus melakukan pembicaraan dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Sebelumnya, peluncuran PSAK yang menghitung kapitalisasi sebuah program direncanakan keluar pada 15 Desember 2017, tapi tertunda dan berpotensi peluncurannya berlangsung pada kuartal I-2018.