728 x 90


<--!iklan -->

Akhir 2017, Jumlah Peserta JKN-KIS Capai 72,9 Persen

  • Rubrik: Ekonomi
  • 02 Januari 2018 | 17:11 WIB
  • 00067
img

Bandung,-- Dukungan dan peran pemerintah daerah untuk mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) mulai dirasakan saat ini. salah satunya adalah memperluas cakupan kepesertaan untuk mencapai target Universal Healt Coverage (UHC).

“Di wilayah kedeputian wilayah jabar, seluruh kabupaten/kota telah melakukan integrasi terhadap program JKN-KIS dengan jumlah peserta 1.270.503 jiwa. Sedangkan yang sudah UHC yaitu kota Cirebon dengan jumlah peserta 325.658 dan kota Bandung dengan jumlah peserta 2.205.664” Ujat Deputi Direksi Wilayah Jawa Barat, Mohammad Edison dalam public ekspose kepada wartawan. Selasa (02/01/2018)

Dukungan dan peran serta pemda, sambungnya, memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan program JKN-KIS, setidaknya, tegas Edison, terdapat 3 peran penting diantaranya memperluas cakupan kepesertaan untuk mendorong UHC, meningkatkan kualitas pelayanan dan peningkatan kepatuhan.

“Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan instruksi khusus yang tertuang dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional” Terang Edison.

Melalui inpres ini, ungkap Edison, presiden menekankan kepada Gubernur untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada Bupati dan walikota dalam melaksanakan JKN, begitupun seperti kepada Gubernur, Presiden juga menekankan hal yang hampir sama kepada Bupati dan Walikota untuk diantaranya mengalokasikan anggaran pelaksanaan program JKN.

“Pemerintah daerah dapat memperoleh manfaat apabila telah mendaftarkan seluruh warganya menjadi peserta JKN-KIS” Terang Edison.

Sesuai dengan prinsip portabilitas, imbuhnya, peserta JKN KIS dapat mengakses fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Hingga 31 Desember 2017, tegasnya, BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan 21.763 Fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), 2.292 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) dan 2.937 fasilitas kesehatan penunjang di seluruh Indonesia.

“Untuk di kedeputian wilayah jabar, telah bermitra dengan 2056 FKTP, 178 KRLT, 57 Apotek dan 64 Optik. Dan untuk indeks kepuasan fasilitas kesehatan yang melayani pasien JKN-KIS secara total adalah 75,7 persen, dimana angka tersebut saat ini masih sejalan dengan angka yang telah ditetapkan oleh pemerintah” Pungkasnya. (dens)