728 x 90


<--!iklan -->

IKK Desember 2017 di Jabar Meningkat Pada Level 134

  • Rubrik: Ekonomi
  • 02 Januari 2018 | 19:25 WIB
  • 00053
img
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat

Bandung, -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat merilis, optimisme konsumen terhadap perekonomian di jabar periode Desember 2017 secara umum mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2017 yang berada pada level 134 atau meningkat jika dibanding dengan kondisi bulan sebelumnya pada level 127.

“Peningkatan IKK ini di dorong oleh peningkatan Indek Kondisi Ekonomi (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) terpantau berada pada level 117 meningkat dibandingkan kondisi bulan sebelumnya pada level 113“ Ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat dalam keterangan resminya, Selasa (02/01/2017).

 

Sementara itu, sambungnya, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terpantau meningkat dari level 142 menjadi 151 pada periode laporan. Wiwek menjelaskan, peningkatan optimisme ini didukung pula oleh kondisi keuangan konsumen yang terpantau meningkat pada periode laporan.

“Hal ini tercermin dari porsi konsumsi terhadap pendapatan yang meningkat 1% menjadi sebesar 62% dan porsi tabungan terhadap pendapatan yang tercatat stabil sebesar 24%. Sementara itu, porsi cicilan pinjaman terhadap pendapatan tercatat menurun 1% menjadi sebesar 14% pada periode laporan” Terangnya.

 

Disinggung menengai tekanan harga yang terjadi di wilayah Jabar, Wiwiek mengatakan, tekanan harga pada tiga bulan mendatang (Maret 2018) diperkirakan akan menurun. Dimana, jelasnya, hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) tiga bulan mendatang yang menurun sebesar satu poin dibandingkan bulan sebelumnya menjadi berada pada level indeks 175.

“Penurunan tekanan harga tersebut diperkirakan terjadi pada kelompok makanan, non makanan, peralatan rumah tangga dan energi” Paparnya.

 

Sementara itu, imbunya, penggunaan produk perbankan pada enam bulan mendatang (Juni 2018) diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah tabungan dan disertai peningkatan jumlah pinjaman.

“indeks perkiraan jumlah tabungan 6 bulan mendatang yang tercatat meningkat lima poin menjadi sebesar 143. Di sisi lain, indeks perkiraan posisi pinjaman meningkat satu poin menjadi sebesar 159” Pungkasnya. (dens)