728 x 90


<--!iklan -->

SMAN 9 Kota Bandung Kini Miliki Enam RKB

  • Rubrik: Pendidikan
  • 03 Januari 2018 | 19:12 WIB
  • 00049
img
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meresmikan RKB baru di SMA N 9 Bandung. (dok.humas jabar)

Bandung,-- SMA N 9 Kota Bandung, kini memiliki enam ruang kelas baru (RKB) dimana dua diantaranya merupakan program CSR BJB, selain itu sebanyak lima ruang kelas juga dilakukan rehabilitasi.

Pembangunan Ruang Kelas Baru dan Rehabilitasi Kelas ini merupakan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Pemprov Jawa Barat sebesar Rp862.783.200,00, sementara Rehabilitasi Kelas berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Rp440.315.550,00, serta Dana CSR PT Bank BJB sebesar Rp365.603.000,00.

Dalam sambutannya, Aher mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya memperbaiki kualitas pendidikan, termasuk kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satu persoalan yang terus diselesaikan adalah pembangunan ruang kelas.

 

“Jawa Barat termasuk provinsi dengan lompatan pembangunan ruang kelas paling besar di Indonesia. Karena tidak ada sepanjang sepuluh tahun dibangun – dulu waktu diawal tahun (masa pemerintaha Aher periode pertama), pembangunan SD dan SMP terbangun kurang lebih 15 ribu ruang kelas. Itu di tahun 2008-2010 dan 2011 sampai sekarang catatannya sudah terbangun juga, Alhamdulillah, sebanyak 30 ribu ruang kelas,” kata Aher.

Hal ini, sambungnya, berdampak pada kenaikan tingkat Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK di Jawa Barat. Pada 2008 APK Jawa Barat ada di raking 32 dari 33 provinsi (saat itu belum ada Provinsi Kalimantan Utara). Namun, pada 2016 ranking Jawa Barat melonjak cukup signifikan di posisi 11 dari 34 provinsi atau berada di angka 76,62 %.

“Pembangunan Ruang Kelas Baru dan Rehabilitasi Ruang Kelas merupakan salah satu program prioritas pembangunan pendidikan di Jawa Barat sebagai bagian dari peningkatan aksesbilitas dan daya tampung pendidikan, termasuk yang dilaksanakan di SMA Negeri 9 Kota Bandung yang menggunakan DAK atau Dana Alokasi Khusus.” Terangnya.

Lebih jauh aher mengungkapkan, realisasi anggaran DAK 2017 sebesar lebih dari Rp 68 M dengan 335 ruang dan pada 2018 ini, anggaran yang direncanakan sebesar lebih dari Rp 143 M dengan 677 ruang. Melalui upaya tersebut, diharapkan mutu pendidikan di Jawa Barat dapat terus berkembang, walaupun berdasarkan data dari Dinas Pendidikan pada 2016, sektor pendidikan di Jawa Barat terlihat terus mengalami peningkatan.

“Ke depan, khususnya pada 2018 ini, pemprov jabar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan unit sekolah baru, yaitu SMA sebanyak 3 unit dengan total Rp 15 M dan SMK sebanyak 2 unit sebesar Rp 10 M.”

Selain itu, sambungnya, untuk rencana pengadaan lahan di 2018 ini akan dilakukan untuk SMA dan SMK dengan total masing-masing sebesar Rp 15 M. Hal ini, tegasnya, akan menjadi prioritas, mengingat berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Barat, 69 sekolah yang terdiri dari 45 SMA dan 24 SMK di 21 kabupaten/kota di Jawa Barat belum memiliki lahan mandiri. Dengan demikian, diharapkan target dalam menyelesaikan permasalahan lahan akan tuntas pada 2019.

 “Yang jelas pendidikan ini gerakan bersama, tentu selama ini tanggung jawab pemerintah paling besar. Tentu ketika ada pihak-pihak lain yang ingin membantu dipersilahkan, terbuka,” Pungkasnya. (dens)