728 x 90


<--!iklan -->

Bankir Syariah, Berpikirlah dengan Pola Market Driven

img

BANDUNG - Meski mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, dan Sumber Daya Perbankan Syariah sudah mencapai ribuan, namun market share 5% untuk perbankan syariah tidak pernah bergerak. Hal tersebut ditengarai membuktikan ada sesuatu yang salah dalam tata kelola perbankan syariah.

Guru Entrepreuneur Indonesia, Ust Valentino Dinsi mengatakan, hal tersebut terjadi karena pola pikir pelaku perbankan syariah belum pada tataran orientasi pasar. Seharusnya, kata dia, para bankir syariah bisa berpikir ‘if i to be a costumer’, sehingga kebutuhan konsumen bisa terpenuhi.

“Jangan bikin produk  dengan mereka-reka peluang, karena saat ini  kita tidak bisa meluncurkan produk berdasarkan pendekatan emosional dan spritual,” kata Valentino dalam Acara Seminar Nasional kebangkitan ekonomi Ummat dan Outlook Perbankan Syariah 2018 di Bandung, Jumat, (08/12/2017).

Ia menjelaskan, pelaku bank syariah sekarang sperti tidak siap dengan produk-produk yang kompetitif, interaktif  menarik seperti produk-produk dari bank konvensional.  Padahal kata dia, bank syariah pun sebenarnya bisa mengeluarkan produk-produk yang bersaing dan variatif.

Karena itu, ia mengingatkan, SDM perbankan Syariah harus mampu mengalahkan logika bisnis bahkan kalu bisa menembus logika pasar dan menjadikan syariah sebagai drivennya.

“Jadi untuk bisa memaksimalkan market share perbankan syariah, berpikirlah dengan pola market driven,”tegasnya.

Potensi Indonesia sebagai negara mayoritas muslim menurut dia sangat besar. Bahkan, ia pun meyakini Indonesia akan menjadi saudara kembar Turki yang akan memimpin kebangkitan Islam di dunia ini. (an)