728 x 90


<--!iklan -->

Masyarakat Mulai Manfaatkan SLIK OJK

  • Rubrik: Ekonomi
  • 04 Januari 2018 | 22:48 WIB
  • 00176
img

Jakarta, -- Mulai efektifnya Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2 Januari 2018 di semua kantor OJK yang tersebar di 37 Kota dapat berjalan dengan lancar.

Masyarakat yang sudah mendapatkan informasi keberadaan SLIK OJK mulai memanfaatkan layanannya melalui telepon call center OJK di 157 (sebelumnya 1500655) ataupun langsung mengunjungi kantor-kantor OJK yang sudah menyiapkan ruangan atau desk khusus untuk melayani permintaan informasi debitur perbankan dan layanan jasa keuangan lainnya.

Di kantor pusat OJK, tepatnya di Menara Radius Prawiro Kompleks Bank Indonesia Jakarta, ruangan khusus SLIK sudah didatangi 36 orang selama masa layanan pukul 9.00 – 15.00 WIB. Call center OJK 157 juga menerima 250  telepon yang menanyakan informasi data debitur perbankan.

Begitu pula halnya di semua kantor OJK di daerah. Sejumlah warga sudah banyak yang datang untuk meminta informasi data debitur mereka. Seperti Kantor Regional 2 OJK wilayah Jawa Barat di Bandung yang didatangi 20 debitur.

“Pelaksanaan SLIK pada hari pertama berjalan lancar. Jaringan, database dan infrastruktur pendukung berjalan baik. Pegawai yang bertugas juga sudah mampu melayani dengan baik dan ramah,” Ujar Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (04/01/2018)

Informasi yang diberikan melalui SLIK, ungkapnya, yaitu informasi debitur (iDeb) melalui aplikasi iDeb Viewer berjalan lancar dan sesuai dengan jaringan komputer yang tersedia. Anto menegaskan, SLIK merupakan infrastruktur penting di sektor jasa keuangan yang dapat digunakan oleh pelaku industri untuk mitigasi risiko, khususnya risiko kredit sehingga dapat membantu menurunkan tingkat risiko kredit bermasalah. Selain itu, keberadaan SLIK juga mampu mendukung perluasan akses kredit/pembiayaan.

“Manfaat bagi kreditur, yakni Membantu dalam mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit” Ujarnya.

 

Selain itu, anto menjelaskan, manfaar lainnya adalah Membantu dalam mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit,  Menurunkan risiko kredit bermasalah di kemudian hari. Dapat mengurangi atau meminimalkan ketergantungan Pelapor atau pemberi kredit kepada agunan konvensional dan Pemberi kredit dapat  menilai reputasi kredit calon debitur sebagai pengganti / pelengkap agunan. Sehingga Efisiensi biaya operasional serta akan mendorong transparansi pengelolaan kredit.

 

Bagi debitur atau masyarakat umum, terang anto, keberadaan SLIK dapat dimanfaatkan untuk mengetahui data kredit perbankan. Seperti, data pokok debitur, plafon kredit, baki debet, kualitas kredit, beban bunga, cicilan pembayaran serta denda atau penalti pinjaman.

“SLIK juga bisa memberikan informasi mengenai status agunan serta rincian penjamin kredit” Ujar Anto.

Terkait dengan manfaat SLIK bagi masyarakat, anto mengatakan, akan Mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh persetujuan kredit. Selain itu, Bagi nasabah baru, khususnya yang tergolong sebagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), akan mendapat akses yang lebih luas kepada pemberi kredit dengan mengandalkan reputasi keuangannya tanpa harus tergantung pada kemampuan untuk menyediakan agunan sehingga akan Mendorong penerima kredit untuk menjaga reputasi kreditnya.

Anto menambahkan cakupan pelapor SLIK bukan saja dari industri perbankan, namun juga lembaga jasa keuangan maupun non lembaga jasa keuangan yang berpartisipasi untuk menjadi pelapor dalam SLIK.

“Jumlah LJK yang telah menjadi pelapor SLIK per Desember 2017 berjumlah 1.648 yang terdiri dari Bank Umum, BPR, BPRS, Lembaga Pembiayaan, LJKL (kecuali Lembaga Keuangan Mikro), dan koperasi simpan pinjam. Jumlah pelapor tersebut akan meningkat mengingat cakupan pelapor wajib pada SLIK akan lebih luas” Paparnya.

Untuk BPR, BPRS, dan perusahaan pembiayaan yang belum menjadi pelapor, tegas Anto, wajib menjadi pelapor SLIK paling lambat tanggal 31 Desember 2018. Sedangkan untuk perusahaan Modal Ventura, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur (PPI), dan pergadaian yang belum menjadi pelapor, wajib menjadi pelapor SLIK paling lambat tanggal 31 Desember 2022. Namun, jelas ANto, untuk Lembaga Keuangan Mikro, Peer to peer lending, serta Lembaga lain di luar LJK seperti Koperasi Simpan Pinjam dapat menjadi pelapor SLIK apabila telah memenuhi syarat dan mendapat persetujuan oleh OJK” Jelasnya.

“ Masyarakat yang bermaksud memperoleh Informasi Debitur Individual (IDI) di SLIK dapat mengunjungi kantor – kantor OJK baik di pusat maupun daerah. Informasi mengenai alamat kantor – kantor OJK tersebut dapat dilihat di www.ojk.go.id.” Pungkasnya. (dens)