728 x 90


<--!iklan -->

2018, Pelaku Pasar Modal Hadapi Tantangan Panggung Politik

  • Rubrik: Ekonomi
  • 08 Januari 2018 | 09:12 WIB
  • 00158
img

Jakarta —  Tahun baru harapan baru. Memasuki tahun 2018, pasar modal Indonesia optimistis dapat tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya di tengah tantangan politik yang akan terjadi.

Kendati IHSG mampu mencatatkan level tertinggi terbaru, namun beberapa faktor yang bisa menjadi pertimbangan suatu negara dijadikan tujuan investasi, yakni pertumbuhan ekonomi, bisnis dan politik. 

Di sisi lain, memasuki tahun politik, pelaku pasar terutama asing bisa bersikap wait and see, mengantisipasi perkembangan politik nasional.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, mengatakan pada 2018 para pelaku pasar akan menghadapi tantangan dari panggung politik, yakni akan digelarnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 171 kota, kabupaten, dan provinsi di Indonesia.

Bersamaan dengan itu, Indonesia akan menjadi tuan rumah event internasional, Asian Games dan pertemuan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-WB). Kondisi ini tentunya akan meningkatkan perputaran uang di masyarakat.

"Ada dana ditarik dari perbankan untuk kampanye total hingga Rp40 sampai Rp50 triliun. Pada saat bersamaan, ada yang bayar pajak, ada Asian Games, ada IMF dan ada juga Piala Dunia di Rusia. Terkadang kalau ada Piala Dunia dana suka ditarikin," katanya.

Menurut Tito, ketika banyak uang berputar di masyarakat, artinya banyak pula dana yang ditarik dari perbankan. Tidak menutup kemungkinan, investor juga akan menarik investasi mereka di pasar modal. 

"Rupiah bisa-bisa ketarik, tapi mudah mudahan rupiah ketarik untuk berputar lagi," ujarnya.

Karena itu, katanya, otoritas BEI terus menyiapkan strategi dalam menghadapi kondisi tersebut, sehingga tidak akan mengganggu stabilitas dan likuiditas di pasar modal.

"Jadi memang ini harus dihadapi dengan benar, perbanyak edukasi, perbanyak investor domestik dan kita harus menghadapinya dengan tenang," papar Tito.

Adapun pada sepanjang 2017 lalu, BEI mencatatkan sejumlah rekor baru serta merupakan tahun yang mencerminkan keceriaan, kebahagiaan dan kebanggaan dari para pelaku pasar modal. 

Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah investor yang meningkat 44 persen dalam dua tahun terakhir menjadi 1,12 juta investor, serta diikuti kenaikan nilai investasi investor domestik yang mencapai Rp307 triliun di sepanjang 2017. 

Selain itu, sepanjang 2017 ada 37 perusahaan tercatat yang melakukan pencatatan perdana saham (initial public offering/IPO) di BEI, yang merupakan tertinggi di BEI dalam 23 tahun terakhir, serta terbanyak di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara. 

Investor asing juga masih menetapkan investasinya di Indonesia, dengan hanya merealisasikan 15 persen dari total kenaikan investasinya sebesar Rp261 triliun. 

Pencapaian pada 2017 juga diikuti oleh peningkatan literasi pasar modal yang berdasarkan survei AC Nielsen, meningkat dari 4,3 persen pada 2016, menjadi 15 persen pada 2017. 

Aktivitas perdagangan di BEI juga mengalami peningkatan, yang tercermin dari kenaikan frekuensi perdagangan yang tumbuh hampir 20 persen dan menjadikan likuiditas perdagangan saham BEI lebih likuid di antara bursa-bursa lainnya di kawasan regional Asia. 

Pada saat yang sama, jumlah dana yang berhasil dihimpun juga mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai lebih dari Rp802 triliun, yang berasal dari IPO, penerbitan penambahan saham baru (rights issue), konversi waran, sekuritisasi aset dan penerbitan obligasi pemerintah, BUMN maupun swasta.

"Seluruh pencapaian ini tidak terlepas dari kerja keras, dan sinergi dari seluruh pelaku industri Pasar Modal Indonesia, serta dukungan dari berbagai kebijakan strategis yang telah diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Republik Indonesia (RI)," tegas Tito. 

Apresiasi juga diberikan kepada Presiden RI Joko Widodo dan jajaran menteri Kabinet Kerja yang telah mewujudkan tata kelola pembangunan ekonomi Indonesia sehingga optimisme dan iklim investasi dapat terus terjaga.