728 x 90


<--!iklan -->

Stok Beras di Jabar Cukup

  • Rubrik: Peristiwa
  • 23 Januari 2018 | 08:10 WIB
  • 00091
img
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melepas empat truk pendistribusi program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) 2018 Tingkat Provinsi Jawa Barat. Peluncuran berlangsung di area Parkir Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Senin (22/1/2018).

Bandung,-- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjamin stok beras di Jawa Barat mencukupi hingga tiga bulan mendatang bahkan surplus. Hal ini diungkapkan oleh gubernur di sela Peluncuran Bansos Rastra 2018 yang berlangsung di Halaman Parkir Barat Gedung Sate, Senin (22/1/2018).
 

Penyaluran tahap pertama ini dilakukan ke seluruh kabupaten yang ada di Jawa Barat berjumlah 18 kabupaten. Pendistribusian rastra kali ini mencapai 21.982.000 kg yang akan disalurkan kepada 2.198.273 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sehingga, setiap KPM akan menerima 10 kg beras.

 

Usai acara peluncuran, Ahmad Heryawan mengatakan rastra atau pangan ini merupakan hak masyarakat. Oleh karena itu, ada atau tidak ada gejolak harga beras, Bansos Rastra tersebut harus sampai ke tangan mayarakat.

 

"Apalagi sekarang ada sedikit gejolak pangan, saya kira ini akan membantu menyelesaikan segera. Karena bagi masyarakat tidak mampu akan langsung mendapatkan beras rastra secara gratis," kata gubernur yang akrab disapa Aher ini.

 

Pada kesempatan ini, Aher juga mengungkapkan bahwa ke depan, rastra akan dibagikan dalam bentuk uang, sehingga Bulog menurut tidak akan mempunyai jumlah beban serapan. Untuk itu, mulai Juli 2018 nanti, Jawa Barat akan membagikan rastra dalam bentuk uang.

 

Salah seorang penerima Bansos Rastra, Juhi (73) mengaku bahagia dan mengucapkan terimakasih atas bantuan rastra ini. Juhi mendapat beras rastra setiap tahun 15 kg, namun kali ini turun menjadi 10 kg.

 

"Ya memang tidak mencukupi, tapi terimakasih atas bantuannya," ucap Juhi.
 

Impor Beras

Gubernur juga menyebutkan gejolak harga beras yang terjadi saat ini memutuskan Pemerintah Pusat untuk melakukan impor beras. Namun, bagi Provinsi Jawa Barat beras impor tersebut tidak perlu dilakukan apabila persediaan beras cukup hingga tiga bulan ke depan.

 

"Kata Bulog masih cukup (persediaan beras) tiga bulan ke depan. Berarti untuk konteks Jawa Barat tidak perlu impor. Bukan konteks Indonesia. Karena menurut Bulog persediaan (beras) tiga bulan ke depan cukup, maka untuk Jawa Barat tidak perlu dikirim beras impor. Dalam konteks nasional itu Pemerintah Pusat yang menghitung," tutur Aher.(*)