728 x 90


<--!iklan -->

Ribuan Pengemudi Transportasi Online Unjuk Rasa Tolak Permenhub

  • Rubrik: Peristiwa
  • 23 Januari 2018 | 08:41 WIB
  • 00120
img
Ribuan pengemudi transportasi online yang melakukan aksi damai di Depan Gedung Sate, Senin (22/1/2018). Mereka menolak Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 tentang Angkutan Orang Tidak dalam Trayek.

BANDUNG,-- Ribuan pengemudi transportasi online melakukan aksi unjuk rasa di Depan Gedung Sate, Senin (22/1/2018). Mereka menolak Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 tentang Angkutan Orang Tidak dalam Trayek.


Koordinator Aksi, Feby Efriansah mengatakan, sistem yang dicantumkan dalam Permenhub tersebut tidak cocok diterapkan bagi transportasi online. Sehingga pihaknya menolak keras pemberlakuan aturan tersebut.


"Kami menolak Permenhub 108 2017. Pembuatan sistem ini memberatkan kami pelaku transportasi online. Sistem transportasi konvensional diterapkan kepada transportasi online," tutur Feby.


Dia mencontohkan kewajiban melakukan uji KIR. Padahal, kendaraan yang digunakan merupakan milik pribadi bukan umum.


"Kendaraan ini milik pribadi. Kok diuji KIR sih? Lucu 'kan, emang ada aturan kendaraan pribadi harus diuji KIR?," katanya.


Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan pemberlakuan kuota kendaraan yang diterapkan di setiap daerah. Menurutnya, hal tersebut justru akan mematikan ekonomi kreatif di masyarakat.


Dia menjelaskan, pengemudi transportasi online harus disejajarkan dengan pengusaha online yang jumlahnya mencapai lebih dari 25.000 orang di Jawa Barat.


"Kuota yang ditetapkan hanya 7.000 saja, coba bayangkan akan ada berapa pengangguran karena pembatasan kuota? Dan kami ini pelaku usaha transportasi online, tidak ada bedanya dengan pelaku usaha jual beli online. Bedanya kami hanya menggunakan kendaraan saja, untuk aplikasinya sama seperti jual-beli online," imbuhnya.


Dalam aksinya, para pengunjuk rasa juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan tindak kekerasan yang sering terjadi terhadap para driver transportasi online.


"Inilah kejadian selama kami di lapangan. Kami tertindas! Apakah kalian akan diam terus?" kata sang orator yang merangkap menjadi narator drama teatrikal.


Selain drama teatrikal dan orasi, driver transportasi online pun diterima audiensi dengan perwakilan Dishub Jabar. (*)