728 x 90


<--!iklan -->

2018, OJK Fokus Pada Optimalisasi Potensi Ekonomi Syariah

  • Rubrik: Ekonomi
  • 23 Januari 2018 | 15:11 WIB
  • 00073
img

Bandung, -- Untuk memberikan gambaran mengenai kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) tahun 2017, serta arah kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2018, OJK KR 2 Jabar kembali mengadakan pertemuan tahunan dengan pelaku jasa keuangan di Jawa Barat.

OJK memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam memacu pertumbuhan dengan tetap menjaga kesinambungan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, ungkap Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Jawa Barat.

“saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi makroekonomi dan sektor jasa keuangan yang kondusif” Ujarnya kepada wartawan seusai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Bandung, Selasa (23/1/2018)

Nurhaida mengungkapkan, pihaknya, meyakini sektor jasa keuangan akan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4%. Hal ini, ujarnya,  didukung oleh solidnya indikator sektor jasa keuangan baik dari sisi pemodalan dan likuiditas, maupun tingkat risiko yang terkendali, sehingga mampu memberikan landasan yang kuat bagi sektor jasa keuangan untuk lebih proaktif dalam menyediakan sumber pendanaan untuk mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian domestik.

“Berdasarkan capaian tahun 2017 dan dengan target pertumbuhan ekonomi 5,4% yang ditetapkan Pemerintah di tahun 2018, OJK memperkirakan kredit dan Dana Pihak Ketiga perbankan berpotensi untuk tumbuh di kisaran 10%-12%” Ujarnya.

Disinggung mengenai program OJK di tahun 2018, Nurhaida mengatakan, OJK akan fokus pada sejumlah program diantaranya adalah mendukung aspek pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur dan sektor prioritas lainnya, percepatan program industrialisasi, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi dan akses pembiayaan masyarakat, serta optimalisasi potensi ekonomi syariah.

“untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri jasa keuangan, OJK akan mendorong sinergi bank dan lembaga keuangan lainnya dalam pembiayaan proyek infrastruktur dan mengintensifkan penerapan teknologi dalam pengembangan produk dan layanan yang dimiliki” Pungkasnya. (dens)