728 x 90


<--!iklan -->

Selama Tidak Menyimpang, OJK Dukung Inovasi Produk Fintech

  • Rubrik: Ekonomi
  • 23 Januari 2018 | 15:15 WIB
  • 00060
img

Bandung, -- Tidak dapat dipungkiri lagi jika teknologi digital di sektor financial atau fintech saat ini mampu memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam bertransaksi, sehingga berkembangan fintech terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Menyikapi perkembangan Fintech yang begitu pesat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan  mendukung inovasi produk teknologi di sektor jasa keuangan (Fintech) selama produk tersebut bermanfaat bagi masyarakat namun tetap dalam koridor tata kelola yang baik berdasarkan asas TARIF (Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi dan Fairness) agar aspek perlindungan masyarakat terpenuhi.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, saat ini terdapat 30 perusahaan FinTech P2P Lending yang terdaftar/berizin di OJK dan 36 perusahaan dalam proses pendaftaran. Total pembiayaan bisnis FinTech ini telah mencapai Rp2,6 triliun dengan 259.635  peminjam.

“Kami mengarahkan lembaga jasa keuangan agar meningkatkan sinergi dengan perusahaan Fintech ataupun mendirikan lini usaha Fintech. Kemudian menyikapi perkembangan cryptocurrency, OJK melarang lembaga jasa keuangan untuk menggunakan dan memasarkan produk yang tidak memiliki legalitas izin dari otoritas terkait,” Ujar Nurhaida di sela sela Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Bandung, Selasa (23/1/2018)

Nurhaida menambahkan, pihaknya akan tetap fokus untuk melakukan pengawasan industri jasa keuangan secara terintegrasi untuk perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank melalui optimalisasi peran teknologi.

“Dalam proses pengawasannya dengan menerapkan standar internasional yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia” Pungkasnya. (dens)