728 x 90


<--!iklan -->

DPRD Jabar Kecam Penganiayaan Terhadap Pemuka Agama

  • Rubrik: Politik
  • 29 Januari 2018 | 16:06 WIB
  • 00056
img

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menyatakan prihatin dengan penganiayaan terhadap Kiai Umar Basyri (60 tahun) usai shalat Subuh berjamaah di Masjid Pesantren Al Hidayah, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/1) lalu. "Tentunya kami sangat prihatin dengan peristiwa kiai Umar Basyri yang diserang di masjid usai shalat Subuh beberapa waktu lalu," ujar Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, kepada wartawan di Kota Bandung, Senin (29/1).

Menurut Ineu, ia tidak menyangka atau kaget dengan tindakan pelaku yang nekat melakukan penganiayaan terhadap seorang ulama saat berada di dalam masjid. Ia berpikir, tindakan pelaku sudah termasuk keji karena menyerang orang saat sedang beribadah di masjid. "Tentunya ini menjadi keprihatinan bagi masyarakat Jawa Barat," katanya.

Ineu berharap pelaku bisa dihukum setimpal oleh kepolisian agar menimbulkan efek jera dan kasus serupa tidak terulang kembali. Hal serupa juga diutarakan oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ade Barkah Surahman. Ia mengecam tindakan pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap seorang alim ulama. "Bukan prihatin lagi, tapi kita mengutuk keras perbuatan pelaku karena alim ulama itu kan tokoh ya," katanya.

Menurut Ade, ia sangat menyesalkan dan mengutuk terjadinya penganiayaan yang seperti itu. Karena, sangat di luar dugaan. "Kultur di Jabar itu tidak pernah terjadi seperti itu sebelumnya," kata dia.

Sebelumnya, Kyai Umar Basyri (60) dianiaya oleh seseorang usai shalat Subuh berjamaah di Masjid Pesantren Al Hidayah, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/1). Kepala Polsek Cicalengka Kompol Asep Gunawan di Bandung menyatakan, korban penganiayaan merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka yang tiba-tiba dianiaya oleh orang tak dikenal saat berada di dalam masjid. (adems)