728 x 90


<--!iklan -->

Maung Institute Desak Presiden Pecat Luhut Panjaitan

  • Rubrik: Hukum
  • 20 Maret 2018 | 10:03 WIB
  • 00147
img

Bandung - Masyarakat Unggul (Maung) Institute Bandung menyayangkan ucapan Luhut Panjaitan yang menista bahkan mengancam tokoh nasional Amien Rais atas kritik Amien Rais kepada Pemerintahan Jokowi mengenai pembagian setifikat tanah, penjualan aset negara ke luar negeri dan bangkitnya PKI.

Ketua Maung Institute, M. Rizal Fadillah menilai, penistaan dan ancaman Luhut Binsar Panjaitan dinilai sebagai perilaku emosional, antikritik, penyimpangan kekuasaan serta keangkuhan jabatan. Tak pantas disampaikan oleh seorang Pejabat Negara.

“Penistaan adalah pelanggaran hukum, meski Amien Rais tak melakukan langkah hukum, tindakan luhut dapat dikategorikan perbuatan pidana, tegas Rizal dalam siaran pers yang diterima redaksi swara publik Selasa (20 Maret 2018).

Kualitas menteri pemerintahan Jokowi saat ini, kata Rizal, sungguh memprihatinkan. Karenanya, tambah dia, selayaknya Presiden harus berani menindak Luhut karena sadar atau tidak telah mencoreng karakter dirinya sebagai pemimpin.

“Di samping itu apa yang dilakukan Luhut sudah berulang ulang terjadi sebagaimana pembelaan  mati matian soal reklamasi yg jelas jelas menyakiti rakyat dan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Senada dengan Rizal, Sekretaris Maung Institute, Harry Maksum menambahkan, kasus penistaan dan pengancaman kepada tokoh nasional Amien Rais tak bisa dibiarkan. Budaya kritik, kata dia,  tak bisa dibungkam.

“Harus ada perlawanan pada sikap otoritarian,” tegas Harry.

Harry menerangkan, Presiden harus berani mengambil tindakan untuk segera mengganti Luhut. Hal ini kata dia untuk menjaga nama baik dan kredibilitas Jokowidodo sebagai Presiden RI.

“Ganti Luhut pak Presiden, jika tidak, maka gema Ganti Presiden pada 2019 memang suatu keniscayaan,” pungkas Harry. ***