728 x 90


<--!iklan -->

Di Tahun 2018, Nasabah Bank Wakaf Mikro Tumbuh 309,8 Persen

img

Jakarta,-- Presiden RI Joko Widodo menerima sekitar 300 pengurus, nasabah dan pimpinan pesanteran dari 20 Bank Wakaf Mikro (BMW) yang sudah mendapatkan ijin operasi dan menjadi proyek percontohan BMW tahap pertama OJK sejak 2017.

Presiden Jokowi sangat antusias saat berdialog dengan para nasabah saat merka mempresentasikan hasil usaha dan kegiatan mereka dengan bantuan pembiayaan dari BMW yang berada dilingkungan pesantern dimana para nasabah tinggal. Mereka menceritakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti usaha warung kelontong, jualan bakso keliling, pengusaha makanan keripik, penjual sayur keliling, perajin batik dan tas sampai dengan penyedia kue dan usaha catering.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso yang menyatakan bahwa pembentukan Bank Wakaf Mikro merupakan upaya mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat dengan memperluas penyediaan akses keuangan masyarakat, khususnya bagi masyarakat kecil.

“Pembentukan Bank Wakaf Mikro di berbagai daerah dilakukan dengan mengikutsertakan tokoh pengasuh pesantren, dan dibantu para donatur dalam bentuk bantuan dana khusus melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syariah Mandiri” Ungkap Wimboh dalam keterangan resminya. Rabu (20/3)

Wimboh menegaskan, tujuan utama pembentukan Bank Wakaf Mikro ini adalah untuk menyediakan akses permodalan bagi masyarakat yang belum memiliki akses pada lembaga keuangan formal, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

“saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 28 ribu pondok pesantren yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air” Ujarnya.

Lebih jauh wimboh memaparkan bahwa, skema pembiayaan melalui Bank Wakaf Mikro adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp3 juta dan margin bagi hasil yang dikenakan setara 3%. Dalam skema pembiayaan Bank Wakaf Mikro juga disediakan pendampingan bagi kelompok sehingga akan membantu pemberdayaan masyarakat kecil di daerah yang memiliki usaha ultra mikro.

Sampai saat ini, sambungnya, OJK telah memberikan izin usaha kepada 20 Bank Wakaf Mikro di lingkungan pondok pesantren yang tersebar di Pulau Jawa, yakni di Jawa Barat (Cirebon, Bandung, Ciamis); Banten (Serang dan Lebak); Jawa Tengah (Purwokerto, Cilacap, Kudus, Klaten), Yogyakarta dan Jawa Timur (Surabaya, Jombang, Kediri).

“Hingga pertengahan Maret 2018, 20 Bank Wakaf Mikro tersebut telah menyalurkan pembiayaan kepada 3.389 orang nasabah yang tergabung dalam 684 kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren Indonesia (KUMPI), dengan total pembiayaan sebesar Rp3,05 miliar” Ujarnya.

Jika dibandingkan akhir tahun 2017, sambungnya,  jumlah nasabah BMW ini telah mengalami penambahan sebanyak 2.562 nasabah atau tumbuh sebesar 309,8%.

“dari sisi penyaluran pembiayaannya telah mengalami penambahan sebesar Rp2,4 miliar rupiah atau tumbuh sebesar 363,8%” Pungkasnya. (DEN)