728 x 90


<--!iklan -->

Tahun Ini Ujian Nasional di Jabar 100% Berbasis Komputer

  • Rubrik: Pendidikan
  • 02 April 2018 | 20:35 WIB
  • 00017
img

BANDUNG – Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK di Jawa Barat tahun ini 100% sudah Berbasis Komputer (UNBK). Metode ujian ini istimewa, karena menjamin tidak ada kebocoran soal dan mencegah para peserta didik untuk melakukan kecurangan.

 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan hal tersebut usai melakukan peninjauan UNBK di SMKN 2 Jl. Ciliwung No 4 Cihapit, Kota Bandung, Senin (2/4/2018).

 

“Di Jawa Barat sudah 100%, Insyaallah. Kalaupun ada yang tidak (berbasis komputer) di pelosok-pelosok, mungkin ada gangguan teknis. Tapi ini sudah dirancang 100% UNBK,” pungkas Aher.

 

Aher mengatakan UNBK memiliki jaminan untuk tidak ada kebocoran soal, karena sudah menggunakan sistem komputerisasi. Selain itu, soal yang diberikan pada siswa berbeda-beda, sehingga siswa tidak bisa saling diskusi dan mencontek.

 

“Alhamdulillah sekarang tidak saja secara moral kita menginginkan tidak adanya kecurangan pada pelaksanaan UNBK, tapi secara sistem pun kita buat untuk tidak bisa dimanipulasi, tidak bisa curang, tidak bisa nyontek. Itu keuntungannya,” papar Aher.

 

Mendukung pernyataan Aher, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi menuturkan pihaknya menjamin UNBK bisa diterapkan 100%. Ia menyebutkan, ada 260.956 unit komputer yang dapat digunakan secara bergantian oleh SMA, SMK, MA serta Paket C. Sementara pelaksanaan UNBK tingkat SMA dibagi menjadi tiga sesi, yakni SMK pada 2-5 April 2018, SMA/MS/SMLB pada 9-12 April 2018, dan Paket C pada 27-30 April 2018. Sedangkan UNBK tingkat SMP/MTS digelar pada 23-26 April 2018.

 

“Dari hasil pendataan kami, dengan jumlah komputer sebanyak 260.956 unit dan server 8.816, ini bisa untuk menyelenggarakan UNBK 100%, karena SMA dan SMK tidak bersamaan, demikian  juga halnya Paket C, jadi bisa bergantian,” kata Ahmad Hadadi ditemui usai mendampingi Aher meninjau UNBK.

 

“Kalau toh sekarang yang ikut ada 600.000-an (siswa), sementara komputer ada 200.000, jadi untuk tiga sesi tidak ada masalah,” lanjutnya.

 

Disinggung terkait resiko kesalahan teknis, Ahmad Hadadi menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan stake holderterkait guna kelancaran penyelenggaraan UNBK serentak ini. Yang penting, katanya, penyelenggaraan UNBK bisa tepat waktu dan soal yang diujikan masih asli, tidak ada penambahan maupun pengurangan.

 

“Kami sudah antisipasi, termasuk PLN. Sehingga diharapkan selama UNBK pasokan listrik bisa maksimal, tidak ada kendala. Kalau ada persoalan, bisa aja diundur berapa jam. Misalnya suplai listrik terhenti satu jam, bisa kita undur satu jam berikutnya. Sudah koordinasi, kita tidak ada masalah,” jelas Ahmad. (RIS)