728 x 90


<--!iklan -->

Dongkrak Tingkat Partisipasi, KPU Jabar Sosialisasikan Pilgub Melalui Sudong

  • Rubrik: Politik
  • 24 April 2018 | 16:54 WIB
  • 00061
img

TASIKMALAYA - Ribuan warga masyarakat Kec. Pagerageung Kab. Tasikmalaya, tumpah ruah di Lapang Ageung Desa Balananjeur, Senin (23/04/2018) malam. Mereka tampak antusias menyimak pemaparan Komisioner KPU Jabar, Hj Nina Yuningsih, MM mengenai Gelaran Pesta Demokrasi Pilgub Jabar, 27 Juni 2018 mendatang.

 

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat memang sedang gencar menggelar sosialisasi Pilgub Jabar di sejumlah wilayah di Jawa Barat yang dinilai masih kurang partisipasi pemilihnya. Kegiatan Sosialisasi dikemas dalam balutan seni budaya Sunda yakni Sudong (Sulap Jeung Dongeng), Wayang Golek Pojok Si Cepot, dan Penampilan Penyanyi Sunda Populer, Bungsu Bandung yang diiringi grup musik Ega Robot Ethnic Percussion.

 

Dengan pagelaran tersebut KPU Jawa Barat, ingin mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan cara santun dalam berkampanye. Hadir dalam sosialisasi tersebut, jajaran KPU Provinsi Jawa Barat, Muspika Pagerageung, para Kepala Desa, PPK, PPS, dan sejumlah tamu undangan lainnya. .

 

Dalam pemaparannya, Nina mengatakan, dalam Pilkada Jawa Barat 2018 yang dilaksanakan 27 Juni 2018, ada empat pasang calon yang akan bertarung. Diantaranya nomor urut 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), nomor urut 2 Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah), nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) serta paslon nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM 4 Jabar).

 

Ia berharap, masyarakat ikut memilih bukan karena mobilisasi, iming-iming atau lainnya, namun masyarakat datang ke TPS karena benar-benar ingin menggunakan hak pilihnya dalam menentukan pemimpinnya.

 

“Kami sangat berharap pemilih bisa menggunakan hak pilihnya atas kesadaran sendiri. Menentukan pilihannya bukan berdasarkan gambar atau iming-iming, namun mengetahui siapa calon dan program-program yang akan dilaksanakannya,” ungkapnya.

 

Ini menjadi hal yang baru untuk sosialisasi, dengan mengemas acara ini untuk menyampaikan pesan-pesan sosialisasi Pilgub Jabar yang menarik. Diharapkan dengan cara ini, masyarakat bisa dengan mudah memahami dan tidak membosankan. Sehingga sampai larut malam, para penonton bisa bertahan tetap menyaksikan acara ini.

 

“Acara ini rencananya akan digelar di 5 wilayah di Jawa Barat dan Kabupaten Tasikmalaya menjadi yang pertama digelar,” ucapnya.

 

Menurutnya, daerah yang akan dikunjungi yakni yang tidak ada Pilkada Kota/ Kabupaten seperti Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga bisa memfokuskan untuk mendongkrak partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

 

Adapun target persentase partisipasi pemilih pada Pilkada Jabar 2018 ini, tentunya harus terjadi peningkatan dari Pilkada sebelumnya yang hanya dikisaran 60 persen. Dimana pihaknya menargetkan 90 persen, namun tentunya harus realistis. Sehingga jika tercapai diangka 70 persen pun sudah dianggap baik.

 

“Sengaja dalam sosialisasi dikemas dalam bentuk hiburan, karena pesta demokrasi ini bisa menjadi salah satu pesta rakyat,” kata dia. (ans)