728 x 90


<--!iklan -->

Industri Keuangan Syariah Berpotensi Terus Berkembang

img

Bandung,-- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat, Sarwono mengungkapkan sejak hadir pada awal 1990-an, Perbankan Syariah telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung inklusi keuangan (financial inclusion) di masyarakat. Di Jabar dengan jumlah penduduk 47.379.400 jiwa atau 18,3% dari total penduduk Indonesia, menjadi peluang bagi pengembangan pasar perbankan syariah kedepannya.

“Di Jawa Barat saat ini ada ada 11 Bank Umum Syariah (BUS), 8 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 11 BPRS. Total aset yang dimiliki sebesar Rp. 39,12 Triliun” Ungkap Sarwono kepada wartawan di sela sela pemaparan kinerja, peluang dan tantangan perbangkan syariah di Jabar kepada media. Rabu (2/5/2018).

Untuk pembiayaan, sambungnya, hingga saat ini perbankan syariah di jawa barat telah menyalurkan total Rp. 34,96 Triliun. Sedangkan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp. 36,74 Triliun.

“Secara year on year (yoy) aset perbankan syariah mengalami kenaikan sebesar Rp. 2,31 Triliun, DPK  naik Rp. 5,23 Triliun, dan pembiayaan Rp. 1,97 Triliun (yoy)”Terangnya.

Sarwono menambahkan, keberadaan industri perbankan syariah dapat memberikan pilihan instrumen dan bentuk layanan perbankan yang lebih variatif dengan berbagai keunggulan. "Karena bank syariah hadir dengan keunikan produk dan layanannya yang modern, namun tetap mengedepankan prinsip-prinsip syariah," Pungkasnya.(dens)