728 x 90


<--!iklan -->

Sinergi BUMN, Len Industri Hadirkan Internet di 26 Kapal Milik Pelni

  • Rubrik: Ekonomi
  • 11 Mei 2018 | 15:59 WIB
  • 00030
img

Bandung,-- PT Len Industri (Persero) kembali melakukan sinergi BUMN dengan melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (Mou) dengan Pelni dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Len dengan anak usaha Pelni, PT Pelita Indonesia Djaya Corporation (PIDC) untuk pembangunan sarana dan prasanan telekomunikasi dan Informasi diatas kapal milik Pelni.

Direktur Utama Len Zaky Gamal Yasin menyatakan, ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi kerjasama pembangunan sarana dan prasarana telekomunikasi dan informasi yang ada di atas kapal milik Pelni.

“seluruhnya total 26 kapal penumpang, layanan wifi di area anjungan, kantor kapal serta Pelni Mart. Len membangun infrastrukturnya, dan Pelni melalui anak perusahaannya (PIDC) berperan sebagai pelaksana operasional” Ungkap Zaki kepada wartawan seusai acara penandatangan kerjasama Len dengan Pelni di Kantor Pusat Len Bandung, Jumat (11/5/2018)

Lebih jauh Zaki menyatakan bahwa pihaknya  menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kepercayaan PT Pelni terhadap PT Len Industri. Pihaknya, menurut Zaky, mempunyai kapabilitas dan pengalaman dalam hal ini, dan kegitan inipun adalah sebagai salah satu perwujudan dari sinergi BUMN. “Len dan Pelni bekerjasama membangun sistem komunikasi kapal, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada penumpang serta sistem monitoring untuk kapal milik Pelni." Pungkasnya.

sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelni Insan Purwarisya L. Tobing mengatakan sistem Komunikasi Kapal perlu ditingatkan agar pelayanan penumpang dan kru kapal semakin mudah dalam berkomunikasi di atas kapal di lokasi yang tidak ada jaringan komunikasinya. “Solusi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan akan jaringan komunikasi dan internet sehingga mendukung visi Pelni menjadi Perusahaan Pelayaran yang Tangguh dan Pilihan Utama Pelanggan,” tuturnya.

“Sinergi BUMN memang harus selalu dilakukan karena setiap BUMN mempunyai kekuatan yang saling mendukung untuk mengoptimalisasikan bisnis masing-masing yang nantinya akan berdampak positif bagi laba BUMN yang berujung pada dividen untuk pendapatan negara," Pungkasnya. (dens)