728 x 90


<--!iklan -->

Rezim Jangan Musuhi Umat Islam

  • Rubrik: Politik
  • 20 Mei 2018 | 18:22 WIB
  • 00051
img

BANDUNG - Masyarakat Unggul (Maung) Institute menilai rezim Jokowi bukan saja kurang bersahabat tapi terkesan memusuhi umat Islam Indonesia. Ketua Maung Insitute,  M. Rizal Fadillah menegaskan, sebagai umat mayoritas, tak sepantasnya ditempatkan dalam posisi seperti ini. 

 

Dalih sesat demi persatuan, nasionalisme, membela Pancasila atau dalih dalih lain yang cenderung berbau sekularisme, kata dia, menjadi paradigma politik yang nuansanya anti Islam, anti politik Islam, anti Syariat Islam. 

 

"Cara pandang yang membentur-benturkan Islam dengan seperangkat identitasnya adalah cara pandang berbahaya yang pada hakekatnya menjadi anti nasionalisme dan anti Pancasila," tegas Rizal. 

 

Bahkan, tambahnya, nuansanya berbau komunisme. dari kebijakan menafikan perda syari'ah, melegalisasi faham sesat keagamaan, akomodasi aliran kepercayaan, phobia kekhalifahan, hingga fenomena unik penyerangan orang gila ke ulama dan masjid, serta isu terorisme yang menempatkan Islam sebagai tertuduh, sungguh telah menunjukkan sikap politik yg dinilai anti Islam. 

 

Lebih lanjut Rizal pun menjelaskan, tiga bahaya yang diakibatkan, yakni pertama menempatkan umat Islam tidak sebagai 'pemilik negara' berakibat pada posisi dihadap-hadapkan umat Islam dan Negara, ini penyimpangan sejarah dan makar rezim terhadap negara itu sendiri. Lalu kedua, kata Rizal, menempatkan Umat Islam dan institusi politik nya sebagai tertuduh akan menimbulkan perlawanan masif atas ketidakadilan tersebut, dengan kata lain benih konflik telah ditebar rezim.
 

"Dan ketiga, kebijakan politik memusuhi umat Islam akan menyebabkan program kerukunan, deradikalisasi, ataupun toleransi terhadap perbedaan akan menjadi sia sia, hanya semantik saja sebab yang terjadi adalah sebaliknya. Cepat atau lambat Negara akan semakin tak beraturan,"paparnya.

 

Senada dengan pernyataan Rizal, Sekretaris Maung Institute Bandung, Harry Maksum berpendapat, kiranya perasaan gundah umat Islam mesti ditangkap dengan baik oleh rezim. Menurut dia, Jika tidak, memang menjadi keniscayaan rezim harus segera diganti secara Konstitusional.


 "Wahai pemegang amanat kekuasaan, janganlah musuhi umat Islam," tegas Harry. ***