728 x 90


<--!iklan -->

Aher Sumbang Darah untuk Ghairan

  • Rubrik: Jabar
  • 25 Mei 2018 | 15:20 WIB
  • 00049
img

Bandung,-- Ghairan, putra ketiga dari pasangan Yuni Rahmawati dan Wisnu Ragasaputra di vonis dokter mengidap penyakit anemia aplastik. Bocah berusia 12 tersebut, mengalami kelainan darah dimana sumsum belakangnya berhenti memproduksi sel darah baru, baik sel darah merah, sel darah putih maupun trombosit.

 

Dari sumber yang berhasil dihimpun, dalam satu hari, Gairan membutuhkan darah minimal 8 labu trombosit, dan 2 labu sel darah merah. Untuk ukuran normal, idealnya memiliki trombosit 150.000 – 45.000. sedangkan ghairan trombositnya bisa anjlok hingga 20.000. sementara kadar hemoglobin (hb) anjlok diangka 8, dari idealnya 10-16.

 

Terkait dengan hal itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyempatkan diri untuk mendonorkan darahnya di Kantor Palang Merah Indoneia (PMI) Jl. Aceh, Kota Bandung untuk Gairan.

 

"Kami dapat kabar, bahwa di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) ada seorang anak memerlukan golongan darah O+. Kebetulan saya O+, sesuai, mudah-mudahan bisa membantu pasien tersebut," Ujar Aher dalam keterangan resminya..

 

Sebanyak 450 ml darah, disumbangkan Aher kala itu. Tak hanya dirinya, beberapa kru Gubernur pun, juga ikut menyumbangkan darahnya. Sayangnya, sang istri Netty Heryawan, 'gagal'  menyumbangkan darahnya karena kekurangan kadar hemoglobin (hb).

 

Disamping itu, Aher menuturkan bahwa stok darah di PMI Kota Bandung, saat bulan Ramadhan ini memang terjadi pengurangan. Jumlah pendonor darah berkurang sebanyak 60 persen.

 

Dengan berkurangnya pendonor darah, tentu akan mempengaruhi persediaan darah. Sementara itu, para pendonor yang masih aktif menyumbangkan darahnya setelah waktu berbuka puasa, hanya sekitar 40 persen atau 50-60 pendonor.

 

Maka dari itu, Aher mengajak seluruh masyarakat untuk tak sungkan mendonorkan darahnya. Donor darah itu keren, kata Aher, 'life style' hidup sehat yang bermanfaat bagi sesama juga bagi kesehatan diri.

 

"Alhamdulillah saya biasa donor darah rutin, karna ternyata donor darah itu bisa membantu orang lain, bisa menyelamatkan orang lain, sesama kita, saat yang sama kita juga sehat," ungkap Aher.

 

Saat darah diambil, sebut Aher, ada rangsangan sel darah baru untuk terbentuk kembali. Setelah diambil, dua hari kemudian sudah kembali cairan darah yang diambil.

 

"Dengan banyak minum air putih, dua hari sudah normal kembali cairan 450 ml sudah tergantikan," tuturnya.

 

Selama bulan Ramadan, PMI buka 24 jam demi terpenuhinya stok darah. Aher pun mengajak masyarakat untuk gemar mendonor darah karena ada nilai membantu sesama.(rls)