PENDIDIKAN

Berbekal Coaching Clinic di SBM ITB, 234 UKM Siap Hadapi Persaingan Global

SPOL.Bandung,- Sebanyak 234 Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jawa Barat baru saja menyelesaikan Coaching Clinic Batch 2 yang diselenggarakan oleh Thegreaterhub SBM ITB bekerja sama dengan Program Studi Master of Business Administration SBM ITB.

Menurut Dekan SBM ITB Sudarso Kaderi Wiryono peserta dari Coaching Clinic Batch 2 yang diselenggarakan oleh Thegreaterhub ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pelaksanaan sebelumnya.

“Disini kami berusaha mempertemukan UKM dengan mahasiswa MBA ITB sebagai coach. sehingga diharapkan mampu meningkatkan potensi UKM di Jawa Barat kedepannya” Ujar Sudarso dalam penutupan Closing Coaching Clinic UKM Jabar 2019 di Amphiteather 1, Gedung Pertamina MBA SBM ITB. Kamis (19/12/2019)

Selama kurang lebih 3 tahun beroperasi, terang Sudarso, Thegreaterhub ini telah membuat banyak program yang dikhususkan untuk mahasiswa ITB. Namun melihat perkembangan dan ketertarikan pelaku bisnis di luar ITB, Thegreaterhub merasa perlu untuk mengembangkan fasilitasnya untuk dapat memberikan layanan yang lebih baik dan meningkatkan kolaborasi antara pelaku kreatif dan pelaku bisnis di Jawa Barat.

” Meskipun batch dua sudah ditutup, namun para peserta masih bisa tetap berkomunikasi dengan para coaching nya” pungkas Sudarso.

Sementara itu di tempat yang sama,
Dina Dellyana selaku Direktur Thegreaterhub SBM ITB mengungkapkan, bahwa dengan lama durasi 4 bulan para pelaku UKM ini mendapatkan Coaching Clinic dari 60 coach dengan berbagai keahlian seperti pemasaran, keuangan, manajeman operasi dan manajemen sumber daya manusia.

“Ada 60 coach yang terlibat untuk memberikan Coaching Clinic kepada 234 UKM pada Batch 2 ini” ujar Dina seusai menutup Closing Coaching Clinic UKM Jabar 2019.

Menurutnya, setelah mengikuti Coaching Clinic di Thegreaterhub, diharapkan para pelaku UKM ini bisa meningkatkan meningkatkan kemampuan manajerialnya dalam berbagai aspek seperti pemasaran, manajemen keuangan, manajemen operasi dan pengelolaan SDM. Dimana nantinya diterapka sesuai dengan bidang UKM masing – masing seperti fesyen, craft, services, Pendidikan dan kuliner.

“Saya berharap mereka juga akan mampu meningkatkan kemampuan branding dan digital marketing untuk diterapkan dalam bisnis, memahami proses inovasi dan pengembangan produk berkelanjutan dan memahami konsep dan perencanaan bisnis e-commerce untuk menghadapi persaingan bisnis saat ini” tegasnya.

Dina menambahkan, diakhir kegiatan tentu dilakukan diskusi evaluasi dari perwakilan stakeholder, 18 perwakilan UKM dan 60 coach yang telah terlibat dalam pelaksanaan program. ” Hal ini untuk kembali dijadikan pembaharuan dan pengembangan coaching clinic yang akan dilakukan di tahun 2020 mendatang” pungkasnya. (Dens)

Related Articles

Close
Close