HUKUM

Dinilai Tak Ada Itikad Baik, Wagub Uu dan Timnya Digugat Perdata

BANDUNG, (SPOL).-Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, dan Mantan Ketua Tim Media dan Pencitraan tahun 2016 Kuswandi dinilai tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan utang kepada Ahmad Rosadi selaku Direktur Utama CV Karya Mandiri Ahmad Rosadi. Padahal surat somasi sudah dilayangkan kepada mantan bupati Tasik tersebut, juga kepada timnya.

Dari itulah, Ahmad Rosadi melalui pengacaranya Rizky Rizgantara sudah menyiapkan untuk menggugat perdata kepada Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum dan Tim Medianya Kuswandi ke pengadilan. “Rencananya minggu depan akan dilayangkan gugatannya ke pengadilan, semuanya sudah siap, bukti dan data juga sudah siap, begitu juga materi gugatannya sudah disiapkan,” ujar Kuasa Hukum Ahmad Rosadi, Rizky Rizgantara kepada wartawan, Jumat (25/10/2019).

Dijelaskan Rizky, awal Oktober 2019, sudah melayangkan surat somasi namun ditunggu tunggu hingga akhir oktober 2019 tidak juga ada tanggapan. “Maka dari itulah kami akan melangkah ke tahapan hukum berikutnya karena kami sudah anggap keduanya sudah tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan,” katanya.

Rizky menyebutkan bahwa ini adalah utang piutang yang harus diselesaikan, di dalam agama juga sudah jelas utang itu harus dibayar dan wajib. “Saya anggap tadinya dengan somasi bisa ada penyelesaian, minimal ada respon untuk menelusurinya, namun setelah ditunggu sebulan lebih tidak ada itikad baik, padahal dia itu seorang pejabat publik yang harusnya memberi contoh dengan baik,” katanya.

Menurut Rizky, budi pekerti yang baik itu tidak hanya ucapan tapi juga perbuatan. “Tolong perhatikan hak orang yang sudah jelas menyelesaikan pekerjaannya, klien kami sudah rugi tenaga, pikiran, dan juga uang, jangan sampai ada pendzoliman terlebih klien kami ini asli warga Jabar yang merupakan rakyat dari bapa wakil gubernur Uu Ruzhanul Ulum, jadi tolong ajari rakyatnya dengan budi pekerti yang baik dan taat utang,” ujarnya.

Rizky kembali menegaskan bahwa utang itu harus dibayar, siapapun mereka, baik presiden, gubernur, wakil gubernur dan pejabat lainnya tidak ada perkecualian bahwa utang itu harus tetap dibayar. “Klien kami sudah melaksanakan kewajiban, maka sudah sepantasnya Uu Ruzhanul Ulum dan Ketua Tim Media nya melaksanakan pula kewajibannya,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, mantan bupati Tasik dan tim medianya dinilai ingkar janji terhadap pemasangan reklame bilboard bergambar Uu Ruzhanul Ulum di dua titik yang di Jalan Raya Bekasi Barat, Kota Bekasi ukuran reklame 6×12 meter, dan di Jalan Raya Sadang Purwakarta ukuran reklame 5×10 meter.

Reklame tersebut dipasang pada tahun 2016 atas permintaan tim sukses Uu Ruzhanul Ulum dalam bidang media dan pencitraan, yang pada saat itu Uu akan mencalonkan gubernur. “Surat perintah kerjanya ada, surat berita acara pemasangan bilboard, invoice, kwitansi dan surat lainnya. Kami sudah cukup bukti bahwa tim sukses Uu Ruzhanul Ulum pada tahun 2016 masih mempunyai utang kepada klien kami hingga sekarang sebesar Rp 220 juta,” ujar Rizky.

Pihaknya, menurut Rizky, sudah menagih berkali kali dari tahun 2016 sampai tahun 2019 tapi tidak membuahkan hasil. Dia menjelaskan, tim dari perusahaan juga sempat menagih langsung kepada Uu Ruzhanul Ulum, namun juga tidak membuahkan hasil. “Dia bilang nanti akan diselesiakan, tapi hingga sekarang mana tidak ada penyelesaian,” ujarnya.

Related Articles

Close
Close