BANDUNG RAYA

Disbudpar Kota Bandung Jadikan Kolasme Perayaan Tahunan World Tourism Day

SPOL.Bandung,- Kolase Turisme atau Kolasme, menjadi agenda tetap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Bandung di bulan september pada setiap tahunnya.

“Kolasme atau Kolase Turisme adalah suatu bentuk eksibisi dan selebrasi dalam merayakan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia yang jatuh setiap tanggal 27 September” ujar Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Bandung Tris Avianti kepada wartawan Seusai kegiatan Musiconic di Gedung Majestic. Jumat (27/09/2019)

Kolasme, ujarnya, akan selalu mempromosikan kreatif turisme kota Bandung kepada masyarakat lokal, nasional, dan internasional. Apalagi Hari Pariwisata Dunia berdekatan dengan Hari Jadi Kota Bandung yang jatuh setiap tanggal 25 September menjadi peluang untuk mengkampanyekan kota Bandung sebagai kota yang memiliki daya pikat pariwisata yang layak diperkenalkan kepada dunia.

“Selain kampanye 17 Sustainable Development Goals (SDG’s) yang menjadi agenda utama UN (United Nations), dirasakan sangat bermanfaat bila juga dikampanyekan kepada masyarakat Kota Bandung,” kata Tris Avianti.

Tris Avianti menjelaskan Kolasme 2019 mengajak seluruh pelaku kreatif untuk mengetahui dan mengenali pariwisata sebagai bagian dari masyarakat kreatif turisme.

“Di sisi lain, industri pariwisata kota Bandung perlu menemu dan mengenali kemampuan masyarakat kreatif kota Bandung sebagai daya tarik yang menarik dan unik bila dikemas menjadi paket wisata,” kata Tris Avianti.

Seperti diketahui, Kolasme berbentuk eksibisi yang diaktivasi melalui pendekatan ekonomi kreatif.

Terdapat enam sub-sektor ekonomi kreatif yang berperan dalam Kolasme, antara lain, sub-sektor Animasi dan Games Developer, Fotografi, Film, Animasi dan Video, Penerbitan, Periklanan, serta Televisi dan Radio.

“Pada tahun 2019 Kolasme akan menitikberatkan sub-sektor Film sebagai motor penggerak sub-sektor yang lain,” pungkas Tris Avianti.

Sekretaris Disbudpar Kota Bandung Tantan Syurya Santana di sela-sela kegiatan Musiconic mengatakan, Musik saat ini bagi masyarakat seperti kebutuhan pokok, “Musik bahkan sudah menjadi kebutuhan hidup, dan banyak musisi kota Bandung yang berkiprah hingga internasional,” ungkapnya, “Tugas pemerintah adalah sebagai inisiator dan fasilitator,” ungkapnya.

Tantan Syurya Santana mengatakan Musiconic yang diselenggarakan Disbudpar Kota Bandung diharapkan menjadi wadah bagi musisi agar bisa bersilaturahmi dan bersaing secara sehat, “Tahun depan Musiconic akan diadakan lagi dengan lebih baik, karena tahun ini saja Musiconic melibatkan 54 band dan 500 musisi tahun 2019, mudah-mudahan zaman keemasan musik Bandung terulang kembali,” pungkasnya.

Kepala Seksi Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Bandung Sanny Megawati mengatakan, Disbudpar Kota Bandung akan terus mempromosikan Patron Aplikasi Ekonomi Kreatif Berkelanjutan (Patrakomala), mempromosikan Bandung Creative Hub (BCH) sebagai pusat sarana kreatifitas para pelaku kreatif di Kota Bandung, dan mempromosikan Kreatif Turisme kota Bandung

“Sasaran yang Disbudpar Kota Bandung bidik yakni, parapemangku kepentingan dalam ekosistem sub-sektor prioritas seperti arsitektur, desain grafis, desain interior, desain produk, para pemangku kepentingan dalam ekosistem sub-sektor unggulan seperti fesyen, kuliner, musik, film, animasi dan video, serta para pemangku kepentingan dalam ekosistem sub-sektor penunjang Brand Integrity Kolase Turisme) yakni sub-sektor aplikasi dan games developer, fotografi, penerbitan, periklanan, serta sub-sektor televisi dan radio,” pungkas Sanny Megawati.

Diharapkan dalam berbagai kegiatan Disbudpar Kota Bandung, sinergi Pentahelix ekonomi kreatif dan ekosistem pariwisata di Kota Bandung yang melibatkan Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media, terus terjalin dengan baik.

Related Articles

Close
Close