EKONOMIJAWA BARAT

Disnakertrans Jabar Berhasil Memediasi Buyer di Purwakarta

BANDUNG, SPOL – Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Mochamad Ade Afriandi berhasil memediasi buyer yang mengancam akan membekukan ordernya ke 14 perusahaan di Purwakarta. Keputusannya, buyer tersebut membatalkan rencana pembekuan tersebut hingga Desember 2019 mendatang.

“14 perusahaan di Purwakarta, sektor garmen verrel kan, terancam tutup karena, auditor buyer-nya menganggap, upah industri padat karya tertentu khusus garmen, mengharap tidak patuh,” katanya saat jumpa wartawan di acara Jabar Punya Informasi (Japri) Gedung Sate Jl Diponegoro No.22, Bandung, Jumat (4/10/2019).

MA Afriandi menjelaskan di Jakarta, beberapa waktu lalu dia telah bertemu dengan auditor buyer untuk perusahaan garmen. Dalam pertemuan tersebut, dijelaskan pembekuan order untuk perusahaan garmen verrel akan dilakukan, mereka menilai, pemerintah tidak konsisten dengan upah.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menetapkan upah minimum, tetapi kenapa Gubernur Jawa Barat juga ikut-ikut mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur terkait dengan upah industri padat karya tertentu khusus garmen.

Akibat ketidakjelasan kebijakan pemerintah tersebut, jelas auditor buyer, timbul biaya tinggi dalam industri garmen verrel.

“Mengetahui mereka mendapat kabar yang tidak lengkap, saya coba meluruskannya. Bahwa upah minimum kabupaten itu yang menetapkannya gubernur, bukan bupati. Jadi tolong hargai bila gubernur kemudian menetapkan upah industri padat karya tertentu khusus garmen,” jelas dia.

Mengetahui kabar tersebut, buyer menjadi paham. Hal yang sama juga diamini CEO-CEO merek-merek ternama lainnya.

“To tame….to tame,” katanya seraya kasih jempol.

Ditanya apakah itu berarti ke-14 perusahaan garmen verrel Purwakarta tidak jadi tutup, dengan diplomatis MA Afriandi mengatakan.

“Order mereka akan diperpanjang hingga Desember 2019,” pungkasnya.

Related Articles

Close
Close