POILITIK

Tiga Faktor Penting Ubah Krisis Rohingya Jadi Lebih Baik

SPOL. Krisis kemanusian terhadap etnis rohingya di Rakhine, Myanmar menjadi topik perbincangan menteri-menteri luar negeri dunia yang hadir dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB ke-73 di New York, Amerika Serikat, Selasa (25/9).

Di sela acara itu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi turut menghadiri acara “Working Lunch on Rohingya Crisis” yang digelar oleh Inggris dan Perancis.

Dalam pertemuan itu, dia menekankan tentang tiga faktor penting yang bisa mengubah situasi Rakhine menjadi lebih baik.

“Pertama, menciptakan lingkungan kondusif dan dapat diterima, termasuk jaminan keamanan,” jelasnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima, Rabu (26/9).

Sementara faktor kedua adalah memajukan proses repatriasi dan jaminan tidak ada situasi kembali seperti awal. Dalam hal ini, konsultasi dengan masyarakat internasional dapat terus dilakukan baik untuk keberhasilan proses repatriasi.

“Sedangkan yang ketiga adalah penciptaan kehidupan inklusif, termasuk dukungan bagi pembangunan ekonomi,” tukasnya.

Lebih dari 15 pejabat setingkat menteri hadir dalam pertemuan ini. Pertemuan dipimpin Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt dan Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut Minister for the Office of the State Counsellor of Myanmar dan Minister of International Cooperation Myanmar, Menteri Luar Negeri Australia, Jepang, Turki, Singapura, Malaysia, Wakil Tetap AS untuk PBB, serta Komisaris Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi dan Kepala UNDP. [ian]



Sumber: RAKYAT MERDEKA

Related Articles

Close
Close