EKONOMISYARIAH

Kapolri Sarankan Parmusi Kembangkan Ekonomi Syariah

PANGRANGO- Kapolri Jenderal Pol. Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph. D,  menyarankan agar Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) mengembangkan ekonomi umat atau ekonomi syariah. Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan ceramah di depan 5.000 da’i peserta Jambore Nasional Da’i Parmusi 2018 dan Milad Parmusi Ke-19 di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, belum lama ini.

“Saya instruksikan kepada para Kapolda di seluruh Indonesia mengundang pengurus Parmusi di wilayahnya untuk menindaklajuti kerja sama antara Polri dan Parmusi. Termasuk para Kapolres di seluruh Indonesia,” tegas Tito.

Lebih jauh, lulusan Akpol 1987 ini menegaskan, para pengurus Parmusi di daerah jangan takut bila ada undangan dari Polda. “ini bukan pemanggilan dan interogasi. Tapi pertemuan untuk membahas program apa yang bisa disinergikan dengan Polri,” Tambah Tito.

Menurut Tito, di jajaran kepolisian ada Da’i Kamtibas, silakan para da’i Parmusi bergabung dengan Da’i Kamtibmas Polri di daerah masing-masing. Parmusi, menurut Tito, memiliki peran strategis dalam peranserta menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat.

Ketua Umum PP Parmusi, H. Usamah Hisyam menyambut baik ajakan Kapolri tersebut. Dikemukakan Usamah, Parmusi memiliki program Desa Madani yang di dalamnya ada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain dengan Polri, tambah Usamah, dalam program ini ada komitmen juga dari BNI Syariah untuk mengembangkan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) yang mirip dengan Grameen Bank yang dikembangkan peraih Nobel Muhammad Yusuf.

Ketua PW Parmusi Jabar, Harry Maksum bersama Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi M.

Sementara itu, Ketua PW Parmusi Jawa Barat, Harry Maksum, mengapresiasi ajakan Kapolri untuk mengembangkan ekonomi syariah. PW Parmusi Jawa Barat, tambah Harry sudah lama merencanakan membentuk Da’i Ekonomi Syariah (DES) dan Bank Wakaf Mikro Syariah. “Ini gayung bersambut dengan ajakan Kapolri dan kerja sama dengan BNI Syariah. Dakwah bil hal di bidang ekonomi sangat strategis karena saat ini ekonomi menjadi masalah yang harus mendapat perhatian kita,” jelas Harry yang juga menjabat Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Bandung. (dens)

Related Articles

Close
Close