EKONOMI

Dua Tahun Lagi, Garmen Jabar Terancam Gulung Tikar

SPOL. Bandung,– Ketua Badan Pengurus Provinsi (BPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Dedy Widjaya memprediksi sejumlah industri garmen akan hengkang dari Jabar dimana hal ini didasari oleh makin beratnya beban yang dihadapi.

“Pilihan industri garmen di jabar saat ini hanya 2, tutup atau relokasi” Ujar Dedy kepada wartawan saat ditemui di kawasan pasir koja Bandung. Kamis (25/10/2018)

Belum lama ini, sambungnya, 2 industri garmen di purwakarta dengan total pekerja 4 ribu orang terpaksa stop berproduksi karena tidak lagi menanggung beban. Ke depan tidak menutup kemungkinan bakal ada industri garmen lainnya yang tutup, karena sudah tidak sanggup lagi menanggung beban apalagi sekarang ada tuntutan kenaikan upah pekerja sebesar 25 persen.

“harus ada regulasi pengupahan khusus yang diterbitkan oleh pemerintah pemprov jabar agar industri garmen bisa diselamatkan dan tidak pindah ke wilayah lain seperti ke jawa tengah dengan pertimbangan umk yang lebih rendah dibandingkan dengan di jabar” Terangnya.

Dedy menambahkan, saat ini sudah ada sekitar 40 industri garmen jabar yang relokasi ke jateng, jika tidak ada treatment tidak menutup kemungkinan industri garmen lainnya akan menyusul. “Saya tidak menggertak, tapi jika tidak ada treatment khusus industri germen jabar hanya bertahan 2 tahun lagi. Artinya pada tahun 2020 bisa saja jabar tidak lagi memiliki industri garmen lagi” Pungkasnya. (denny)

Related Articles

Close
Close