PENDIDIKAN

Ganjar Kurnia Menilai Dinamika Dalam Pemilihan Rektor Itu Wajar

SPOL, Bandung,– Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, dalam beberapa hari kedepan akan memilih rektor baru periode 2019 – 2024. Sejumlah pandangan dan harapan dikemukan terkait dengan hal tersebut, salah satunya dari mantan rektor unpad periode 2007 – 2015, Ganjar Kurnia.

Guru Besar Sosiologi Pertanian UNPAD itu berpandangan dinamika dalam suatu pemilihan rektor itu wajar adanya. Apalagi saat ini sistem pemilihan yang digunakan baru yakni melalui mekanisme pemilihan melalui Majelis Wali Amanat (MWA) sedangkan sebelumnnya dilakukan melalui guru besar dan senat.

“UNPAD telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, sehingga pemilihannya melalui MWA) terang ganjar kepada wartawan saat dihubungi via sambungan telepon belum lama ini.

Dalam proses pemilihan kali ini, sambungnya, Ganjar lebih memilih untuk percaya kepada anggota MWA untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Tentu harapanya agar proses pemilihan bisa berlangsung dengan baik dan sukses.

“Mereka itu orang orang yang memiliki integritas dan mementingkan UNPAD” tegasnya.

Disinggung mengenai stetmen menristekdikti beberapa waktu lalu yang menilai pemilihan rektor UNPAD cacat hukum, Ganjar mengaku tidak begitu mamahaminya, namun kita ambil sisi positipnya saja. Karena setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat melalui kemenristekdikti pasti memiliki tujuan baik untuk kebaikan UNPAD.

“Pertimbangannya apa, saya tidak tahu. tapi saya kira itu untuk kebaikan unpad juga. Karena jika UNPAD bermasalah maka kementrian juga akan terbawa repot” Ungkapnya.

Ganjar menambahkan, mudah mudahan pemilihan kali ini bisa menghasilkan rektor yang bisa membawa perubahan kepada UNPAD sehingga bisa lebih maju dan berkembang. Oleh karena itu, tegasnya, kepentingan UNPAD harus diutamakan daripada kepentingan lainya.

“Semua itu kepentingannya untuk kepentinga UNPAD, bukan yang lain” Pungkasnya. (denny)

Related Articles

Close
Close